Kulon Progo, Proliman News – Terkait kasus siswa SMP di Kulon Progo kecanduan judol dan pinjol secara pinsip Disdikpora Kulon Progo, tidak ingin terjadinya putus sekolah.
Demikian Sekretaris Disdikpora Kulon Progo Nur Hadiyanto ketika dihubungi Senin (27/10/2025).
“Kami akan melakukan pendampingan agar anak ini tidak putus sekolah. Kami sedang melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait, hari ini,” katanya.
Beberapa opsi sudah disepakati, demi menjaga kelangsungan pendidikan anak ini dan yang lebih penting adalah masa depan anak ini, lanjutnya.
“Kecanduan judol harus disembuhkan,” ujarnya menegaskan terkait sikap Disdikpora Kulon Progo.
Maka, kami mengundang Dinkes dan Dinsos itu kita akan damping secara psikologis dulu. Anak ini supaya mengobati dulu kecanduan judol, paparnya.
Selain itu pihaknya juga menyataka akan segera komunikasi dengan pihak sekolah.
“Kepala sekolah dan guru BK ini kemarin pembicaraan awal yang penting anak ini mau sekolah dulu,”kata Nur Hadiyanto.
Jika mungkin sudah malu di sekolah karena terlilit utang dengan teman-temannya senilai Rp 4 juta, dan yang bersangkutan ingin pindah ke sekolah lain maka akan dibantu.
“Yang penting anak ini tidak sampai dibiarkian putus sekolah, atau kena sanksi putus sekolah. Janganlah,” ujarnya.
Disdikpora Kabupaten Kulon Progo sebelumnya menemukan seorang siswa SMP asal Kokap Kulon Progo terjerat judol. Akibatnya siswa tersebut terlilit pinjol.
“Anak ini SMP di wilayah Kokap. Awalnya game online tapi ada unsur judinya akhirnya terjebak judol. Kemudian sampai ke pinjol,” katanya.
Kasus ini terkuak dari anak tersebut yang tak masuk sekolah selama hampir satu bulan.
Informasinya anak ini selain terjerat pinjo juga berutang ke teman-temannya sampai Rp 4 juta.
“Tetapi kemudain tidak bisa mengembalikan dan anaknya takut ke sekolah dan akhirnya tidak berangkat ke sekolah,” katanya.
Nur Hadi berkomitmen jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Kasus ini sendiri baru pertama kali terjadi di Kulon Progo.
Informasi yang diterima, anak ini menggunakan NIK bibinya untuk mendaftar pinjol.
Ia berasal dari keluarga kurang mampu. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya karena ayahnya bekerja di Kalimantan.
Liputan : Suyono Sugondo



