Yogyakarta, Proliman News — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait fenomena semburan lumpur yang terjadi di Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8/2026).
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan informasi awal serta menyiapkan verifikasi lapangan untuk memetakan kondisi geologi terkini di lokasi tersebut.
”Terkait informasi semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo, Blora, saat ini kami masih melakukan pengumpulan informasi dan belum melakukan verifikasi langsung di lapangan,” ujar Lana saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Lana menjelaskan bahwa pelepasan lumpur dan gas di kawasan Oro-oro Kesongo merupakan karakteristik geologis alami yang sudah lama teridentifikasi. Semburan di wilayah tersebut umumnya terjadi secara periodik dengan skala dan intensitas yang berubah-ubah.
Meski merupakan fenomena rutin, Badan Geologi menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menyimpulkan tingkat bahaya dari semburan terbaru yang sempat viral di media sosial tersebut.
”Terkait tingkat bahaya dan kondisi kejadian yang saat ini beredar di media sosial, kami belum dapat menyimpulkan sebelum memperoleh data dan hasil verifikasi lapangan,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan, Badan Geologi mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi semburan.
Beberapa potensi bahaya yang perlu diwaspadai saat aktivitas semburan berlangsung antara lain:
- Lontaran material keras dari dalam bumi yang berisiko mengenai warga.
- Pelepasan gas berbahaya/beracun yang sering menyertai muntahan lumpur.
Masyarakat dan pengunjung diminta tetap berada pada jarak aman serta mematuhi petunjuk teknis yang diberikan oleh pemerintah daerah dan petugas di lapangan.
Liputan: Galang Andika pratama



