Kulon Progo, Proliman News — Kekeringan yang melanda akibat fase musim kemarau saat ini membuat sejumlah wilayah di Kulon Progo terdampak kekurangan sumber air untuk keperluan masyarakat sehari-hari. Sehingga pemerintah Kabupaten Kulon Progo bergerak cepat merespons dampak musim kemarau bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo untuk menyalurkan bantuan sedekah air bersih salah satunya bagi wilayah terdampak di Pendoworejo, Girimulyo, Rabu (12/8/2026).
Bantuan air bersih ini diserahkan secara langsung oleh Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan. Dalam pelaksanaannya, program ini merupakan hasil kolaborasi erat di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan Pemkab dan menggandeng Baznas untuk pembiayaan melalui dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari ASN serta masyarakat Kulon Progo. Distribusi air dilakukan menggunakan armada truk tangki milik BPBD.
Kepala Baznas Kulon Progo, Alfanuha Yushida, menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan pokok air minum dan air untuk keperluah sehari-hari bagi masyarakat.
Pada musim kemarau tahun ini, Baznas telah menyiapkan alokasi sekitar 200 tangki air bersih. Hingga hari ini, sejak awal Juli lalu, sudah tersalurkan sebanyak 40 tangki (sekitar 20%) ke 11 titik wilayah terdampak.
“Kami utamanya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dulu dengan tangki sebagai sarana pertama. Baznas sifatnya fleksibel, jika nanti kebutuhan masyarakat melebihi 200 tangki, kami siap menganggarkan ulang karena ini adalah kebutuhan mendasar,” ujar Alfanuha.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menekankan bahwa pengiriman air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter ini merupakan langkah darurat. Mengingat keterbatasan armada tangki di mana satu truk dalam sehari hanya bisa beroperasi maksimal empat kali untuk melayani kecamatan terdampak seperti Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Selanjutnya pemkab menyiapkan solusi jangka panjang yang lebih permanen.
Pemerintah daerah berencana mengoptimalkan potensi sumber mata air atau sendang di wilayah-wilayah yang memiliki debit sumber mata air yang kuat. Sumber air tersebut nantinya akan dibersihkan, dirawat, dipompa, dan dialirkan langsung ke penampungan PDAM agar bisa dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk berhemat dan menggunakan air seperlunya. Ke depan, kami mengutamakan solusi yang berkelanjutan. Jika di suatu wilayah ada potensi sumber mata air yang kuat, silakan informasikan kepada pemerintah atau ajukan proposal agar bisa kita bangunkan sumur pompa untuk didistribusikan,” pesan Agung.
Bantuan air bersih ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga setempat. Salah satunya adalah Sutiyo (83), warga Banaran, Pendoworejo, Girimulyo.
Selama musim kemarau, Sutiyo dan keluarganya harus berjuang mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dengan menempuh jarak sekitar ratusan meter ke sumber mata air di daerah Bibis, dibantu anaknya menggunakan kendaraan roda dua.
“Kami di sini merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Biasanya kami harus ambil air sendiri yang jaraknya cukup jauh. Dengan adanya bantuan ini, jaraknya jadi lebih dekat dan sangat meringankan kebutuhan kami sehari-hari,” ungkap Sutiyo.
Melalui sinergi antara Pemkab, Baznas, BPBD, dan masyarakat, diharapkan krisis air bersih di Kulon Progo dapat teratasi, baik melalui langkah darurat maupun penanganan permanen yang tengah disiapkan pemerintah.
Liputan: W maryanti



