Soal Maraknya Polemik Ijasah Jokowi Palsu, Sulistyawan Dibyosuwarno: Selalu Ada langkah Kuda Jokowi

"Jadi yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 66,9 persen dari semua responden," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Selasa (27/5/2025).(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Sulistyawan Dibyosuwarno, melalui akun media sosialnya FB mengungkah pendapatnya niat Jokowi untuk memproses hukum penebar fitnah soal ijasah palsu.

“Selalu ada langkah kuda dalam politik yang dimainkan Jokowi,” tulisnya diunggah Rabu (16/4/2025).

 Hal itu ditunjukkan hari ini ketika akhirnya Jokowi membuka diri dan mempersilahkan awakmedia melihat seluruh ijasahnya.

“Media dizinkannya melihat dokumen ijazah yang dimilikinya.   Catat HANYA kepada MEDIA,” sambungnya dalam tulisan tersebut.

Kenapa tidak dilakukan kepada Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA ) yang hari itu menggeruduk kediaman Jokowi di Sumber, Solo ?

Pertanyaan ini sebenarnya gampang diduga jawabannya. TPUA yang dimotori Roy Suryo , dr.Tifa dan kelompoknya   adalah kelompok pembenci Jokowi dan keluarganya.

Paska Pilpres 2024 yang ditandai dengan kalahnya Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, membuat kelompok ini   terus menerus mengamplifikasi issue untuk mendowngrade citra Jokowi.

“Jadi.. saya dapat memahaminya, jika Jokowi keberatan menunjukkan ijazah kepada TPUA. Sebab, TPUA dinilai tidak tulus mencari kebenaran akademik, tetapi sedang menjalankan gerakan politik,” lanjutnya.

Karenanya, saya khawatir, TPUA ini nantinya justru akan dibidik sebagai kelompok pelaku pencemaran nama baik.

 Lantas, jika nantinya TPUA kalah dalam pengadilan, maka mereka akan senasib dengan Sugik Nur, Bambang Tri dan Roy Suryo yang harus menghuni bilik terali (besi).

“Tapi bagi saya itu lebih baik, agar publik memperoleh pelajaran bahwa kebebasan bersuara yang merupakan satu-satunya buah reformasi ini juga harus punya koridor/ batasan sehingga bisa dibedakan antara berpendapat dan  asal ngomong.” paparnya.

BACA JUGA  Krisis Air Bersih di Gili Trawangan: Wisatawan Eksodus, Sektor Pariwisata Terdampak

Menyitir ungkapan almarhum (mantan Rektor UGM) Prof Kusnadi HS, kritik itu ibarat secawan sambal. Akan selalu dicari meski pedas rasanya.Tetapi jika sambal ditumpahkan di wajah seseorang, maka perkelahian yang akan terjadi.

“Nah, reformasi ini baru mengajari kita tentang  cara mencicipi sambal, tapi belum mengajari sopan santun cara menyajikannya. Dan itu perlu sikap kedewasaan dan pengalaman lanjutan,” tutupnya.

Dalam artikel pribadinya itu, kemudian ditutup dengan unggahan foto yang memperlihatkan Jokowi dikerbuti awak media seusai menerima wakil TPUA.

Pada kesempatan itu Jokowi juga bercerita banyakj soal riwayat sekolah sembari mempertontonkan seluruh ijasahnya dari SD sampai UGM. Semua ada.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *