Semarang, Proliman News — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang.
Keputusan ini diambil menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar SMK Negeri 6 Semarang usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator KPPG Semarang, Hadi Riajaya, menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama.
“Makanya dapur kami suspend sementara. Keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas,” ujarnya di Semarang, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, pembekuan dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan sambil menunggu kepastian penyebab.
BGN bergerak cepat dengan menggelar investigasi lintas sektor pada Jumat (31/7/2026), melibatkan KPPG Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, dan Koordinator Wilayah Kota Semarang.
Tim gabungan melakukan penelusuran menyeluruh mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk uji laboratorium.
Langkah suspend ini menjadi bentuk tanggung jawab dan komitmen BGN untuk memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan sebelum kembali beroperasi melayani program MBG.
Liputan : Galang Pratama



