​Sri Sultan Hamengku Buwono X dan K3 MPR RI Bahas Penguatan Kebangsaan di Keraton Kilen

​Sri Sultan Hamengku Buwono X dan K3 MPR RI Bahas Penguatan Kebangsaan di Keraton Kilen. (Foto/Humas Pemda DIY)

Yogyakarta, Proliman News – Berbagai pandangan Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai kondisi kebangsaan, konstitusi, hingga proses ketatanegaraan menjadi bekal berharga bagi Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) MPR RI. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi K3 MPR RI bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, pada Rabu (05/08) malam.

​Ketua K3 MPR RI, Taufik Basari, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah kita mendapatkan banyak wejangan dari Sri Sultan, terkait dengan kondisi kebangsaan kita, terkait dengan konstitusi kita,” ujar Taufik.

Ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan pelajaran berharga yang akan menjadi bahan kajian penting bagi Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI sebagai tokoh bangsa.

​Taufik menambahkan, Sri Sultan berpesan agar proses ketatanegaraan Republik Indonesia dapat terus berjalan ke arah yang lebih baik. Pertemuan tersebut ditegaskannya bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang bertukar pikiran antar-tokoh bangsa untuk memperkuat kehidupan kebangsaan dan ketatanegaraan.

​Terkait pemilihan DIY sebagai salah satu lokasi kunjungan, Taufik menjelaskan bahwa hal itu didasarkan pada kedudukan konstitusional DIY sebagai daerah istimewa yang diakui dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Untuk DIY ini kan secara khusus memang kita memiliki keterkaitan dengan Pasal 18 B Ayat 1, karena negara kita memiliki pengakuan terhadap keistimewaan di beberapa daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta ini,” jelasnya.

​Pada kesempatan yang sama, Sri Sultan menuturkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan lebih banyak diisi dengan obrolan ringan serta pertukaran pandangan mengenai berbagai hal yang dilihat, dirasakan, dan dihadapi masing-masing.

“Ya, sebetulnya kita lebih banyak hanya ngobrol aja, hanya kebetulan beliau-beliau politisi. Iya, kan gitu aja,” ungkap Sri Sultan, seraya menambahkan bahwa mereka juga mengobrol santai di meja makan.

​Sultan menjelaskan, tidak ada alasan maupun urgensi tertentu yang melandasi pertemuan tersebut. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, tanpa agenda pembahasan khusus. Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan didampingi oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Embarkasi Bandara YIA Berbasis Hotel di Kulon Progo Dimulai Pelepasan Jamaah Kloter I Mengharukan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *