Kulon Progo, Proliman News – Untuk pertama kalinya, calon jemaah haji diberangkatkan menuju Tamah Suci melalui Embarkasi Haji Yogyakarta International Airport (YIA) berbasis hotel.
Ini sebuah terobosan layanan yang lebih modern, efisien, dan memuliakan jemaah.
Sebanyak 360 jemaah Kloter I resmi dilepas dari Hotel Ibis–Novotel, Temon, Kulon Progo, Selasa (21/4/2026) malam, sebelum bertolak menuju Tanah Suci pada pukul 23.30 WIB melalui Bandara YIA.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan, mengiringi langkah para tamu Allah memulai perjalanan ibadah.
Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mewakili Gubernur DIY. Hadir GKR Mangkubumi, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko, serta Bupati Kulon Progo Agung Setyawan bersama jajaran Forkompimda dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, diegaskan bahwa momentum ini menjadi tonggak penting transformasi layanan haji.
“Ini bukan sekadar pelepasan jemaah, tetapi penanda babak baru pelayanan haji yang lebih tertib, nyaman, dan memuliakan. Embarkasi YIA berbasis hotel menjadi yang pertama di Indonesia dan diharapkan menjadi percontohan nasional,” ungkapnya.
Ni Made menambahkan, konsep embarkasi berbasis hotel menghadirkan kemudahan dan kenyamanan sejak awal keberangkatan. Lokasi yang terintegrasi dengan bandara membuat proses lebih efisien, sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih manusiawi bagi jemaah.
Sekda DIY juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, dengan suhu yang diperkirakan mencapai 40–42 derajat Celsius.
“Jaga kesehatan, perbanyak asupan cairan, gunakan pelindung diri, dan patuhi seluruh arahan petugas agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk,” pesannya.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa mulai tahun 2026 DIY resmi memiliki embarkasi haji sesuai Keputusan Menteri. YIA menjadi embarkasi paling istimewa karena tidak menggunakan asrama haji, melainkan memanfaatkan hotel sebagai pusat layanan.
“Ini kemajuan signifikan. Selain meningkatkan kenyamanan, juga berdampak pada efisiensi biaya. Ke depan, biaya berpotensi semakin kompetitif,” ujarnya.
Tahun ini, Embarkasi YIA akan melayani 9.320 jemaah dalam 26 kloter, terdiri dari 3.828 jemaah asal DIY dan 5.492 jemaah dari Jawa Tengah bagian selatan.
Model ini dinilai sebagai solusi inovatif atas keterbatasan pembangunan asrama haji sekaligus peluang peningkatan kualitas layanan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyebut konsep ini sebagai terobosan strategis yang tidak hanya meningkatkan layanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Ini langkah cerdas—memanfaatkan fasilitas yang ada dengan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, GKR Mangkubumi menegaskan terwujudnya embarkasi haji di DIY merupakan hasil ikhtiar panjang lintas sektor selama lima tahun terakhir.
“Ini capaian bersama. Kami berharap embarkasi ini berjalan lancar dan berkelanjutan, serta terus memberi manfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya.
Dengan iringan doa, Kloter I Embarkasi YIA pun resmi mengudara menuju Tanah Suci. Dari Tanah Jogja Istimewa, langkah suci itu dimulai, membawa harap menjadi haji mabrur dan pulang dengan keberkahan bagi keluarga, masyarakat, serta DIY.
Liputan : W Maryanti



