Yogyakarta, Proliman News – Cuaca panas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin meresahkan.
Disejumlah wilayah di DIY suhu udara bahkan mencapai 35 derajat celcius atau 6-7 derajat lebih tinggi disbanding hari biasanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, fenomena cuaca panas ini akibat posisi semu matahari yang kini berada di sekitar wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menjelaskan posisi matahari dalam gerak semu tahunannya menyebabkan peningkatan intensitas penyinaran di wilayah DIY.
“Penyebab cuaca panas sekarang ini karena pengaruh posisi matahari dalam gerak semu tahunannya berada di sekitar katulistiwa pada 23 September 2025. Setelah itu bergerak ke selatan sehingga gerak semunya mendekati Jawa dan DIY,” jelas Reni kepada media, Minggu (19/10/2025)
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat permukaan bumi di wilayah Jawa, termasuk DIY, menerima panas yang lebih tinggi dibandingkan saat matahari masih berada di belahan bumi utara pada Agustus hingga awal September 2025.
“Posisi matahari demikian menyebabkan panas yang diterima permukaan bumi di Jawa termasuk di DIY sangat terik dengan intensitas penyinaran matahari tinggi atau optimum,” lanjutnya.
Akibatnya, masyarakat merasakan suhu yang lebih terik dan udara terasa gerah (sumuk) terutama pada siang hari ketika langit cerah tanpa awan.
Kondisi ini disebabkan tidak adanya penghalang sinar matahari menuju permukaan bumi.
Reni juga menjelaskan, pada malam hari udara tetap terasa panas dan gerah ketika langit berawan.
Hal itu terjadi karena awan menghalangi pelepasan radiasi gelombang panjang dari bumi menuju atmosfer.
“Panas ini terperangkap oleh awan sehingga suhu di permukaan bumi tetap hangat,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, suhu tertinggi dalam sepuluh hari terakhir tercatat pada 13 Oktober 2025, dengan suhu maksimum mencapai 34,4 derajat celsius di wilayah DIY.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama periode suhu panas ini, dengan memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, serta tetap memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.
Liputan : Suyono Sugondo



