Kulon Progo, Proliman News – Politisi PAN Kulon Progo, Suradi, setuju usulan sejumlah tokoh masyarakat bahwa Kabupaten Kulon Progo harus memiliki identitas yang membanggakan.
“Saya sepakat, kita mesti punya identitas. Tetapi identitas yang membanggakan. Tidak seperti yang sudah-sudah memunculkan identitas tetapi bikin malu dan membuat warga masyarakat tidak bangga,” katanya.
Contoh identitas yang tidak membanggakan itu diantaranya wilayah ini sebagai kabupaten geblek dengan logo angka delapan yang kemudian dipaksakan menjadi ornamen berbagai bangunan penting di Kabupaten Kulon Progo.
“Membuat identitas itu mestinya yang membanggakan, membuat warga punya harga diri tinggi dan kebanggaan,” ujarnya menekankan.
Suradi mengatakan hal itu saat didaulat menjadi nara sumber dalam acara Ngobrol Kocak Tentang Masa Depan Kulon Progo Bareng Bogowontonews.com, Senin (18/3/2024) di Rumah Makan Ono Sambele, Tambak, Wates, Kulon Progo.
Menurutnya membuat identitas wilayah secara serampangan dipastikan tidak akan memberi efek maju dan keekonomian bagi warga masyarakat Kabupaten Kulon Progo.
“Karena gebleg delapan-delapan tidak bisa secara masif memberi dampak bagi perekonomian wilayah ini. Tidak mampu menumbuhkan ide-ide cerdas sebagai turunan dari gebleg delapan-delapan,” ujarnya.
Ketika ada kebijakan gebleg delapan-delapan sebagai motif batik juga tidak mampu mendongkrak seluruh aspek kehidupan perekonomian masyarakat.
Karena hanya sektor ini yang bergerak sesaat, itu juga karena ada pemaksaan melalui kebijakan pemerintah dan bukan karena pemunculan identitas itu benar-benar bisa menggebrak nalar dan daya cipta masyarakat di semua aspek kegiatan industri perdagangan.
Di asepek bangunan, ketika banyak gedung atau bangunan lain harus menggunakan logo geblek delapan-delapan tidak serta merta memberi rasa kagum bagi publik luas atau warga masyarakat Kabupaten Kulon Progo.
“Apa indahnya,” seloroh Suradi menegaskan bahkan indentitas sangat perlu tetapi juga harus dirancang dipikir dan benar-benar bisa membuat semua kita bangga.
Demikian juga munculnya gagasan meluncurkan tagline Bela Beli Kulon Progo. Tagline ini memang indah kosa katanya tetapi tidak berisi apa-apa kecuali judul besar tanpa makna.
“Maknanya apa, apa yang dibela apa yang dibeli, kita punya produk apa, aspek kehidupan masyarakat yang mana yang terdongkrak dengan tagline bela beli Kulon Progo,” tandasnya.



