Kulon Progo, Proliman News – Warga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berpeluang besar untuk kembali menikmati sensasi menonton bioskop di pusat Kota Wates. Gedung eks Bioskop Mandala yang telah puluhan tahun mati suri direncanakan hidup kembali menjadi bioskop modern setelah proses perizinan dan administrasi aset rampung.
Lurah Wates, Sapto Iswandono, mengonfirmasi bahwa proyek revitalisasi ini akan memanfaatkan bangunan lama eks Bioskop Mandala yang berlokasi strategis, tak jauh dari Kantor Kelurahan Wates.
”Rencananya memang bioskop akan diaktifkan kembali seperti dulu. Jadi masyarakat bisa kembali membeli tiket dan menonton film di dalam gedung bioskop,” ujar Sapto, Rabu (8/7/2026).
Rencana ini mencuat dalam kegiatan konsultasi publik yang digelar oleh Pemerintah Kalurahan Wates bersama calon investor dan pengelola. Forum tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta ketua RT dan RW setempat untuk menyelaraskan konsep agar membawa dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi warga sekitar.
Bagi generasi 80-an dan 90-an di Kulon Progo, Bioskop Mandala bukan sekadar tumpukan batu bata tua. Gedung ini adalah episentrum hiburan dan saksi bisu perkembangan kultur urban di Kota Wates pada masanya.
Lurah Wates, Sapto Iswandono, mengenang bagaimana bioskop ini selalu menjadi magnet massa saat ia masih kecil.
”Mandala itu waktu saya masih kecil ramai sekali. Banyak orang datang dari berbagai wilayah untuk menonton film. Sayangnya, kejayaan itu memudar sejak era VCD bajakan masuk ke rumah-rumah. Sejak itu bioskop sepi dan akhirnya tutup,” kenang Sapto.
Sentimen senada juga dirasakan oleh warga lokal yang sempat mengecap masa keemasan Mandala. Sumadi (54), salah seorang warga Giripeni yang dulu kerap menghabiskan akhir pekan di Wates, menceritakan pengalamannya.
”Dulu kalau malam Minggu, antrean loket bisa mengular sampai trotoar jalan raya, terutama kalau yang main filmnya Rhoma Irama, Suzzanna, atau Warkop DKI. Tiketnya masih berupa kertas tipis yang disobek petugas. Di luar, tukang parkir sepeda jengki dan motor bebek penuh sesak. Itu hiburan paling mewah bagi kami saat itu,” tutur Sumadi bernostalgia.
Sementara itu, Rini (47), warga Wates, mengingat Bioskop Mandala sebagai tempat kencan yang ikonik pada masanya.
”Dulu kalau diajak nonton ke Mandala itu rasanya sudah keren sekali. Sebelum masuk studio, kami jajan es lilin atau kacang rebus di depan gedung. Di dalam ruangannya dulu pakai kipas angin besar, suaranya kadang balapan dengan suara film, tapi justru itu yang bikin kangen,” selorohnya sambil tertawa.
Kini, setelah bertahun-tahun hanya menjadi bangunan kosong yang menyimpan memori, Eks Bioskop Mandala disiapkan untuk bertransformasi total. Wajah barunya nanti tidak hanya sekadar memutar film komersial, tetapi juga diintegrasikan dengan fasilitas gaya hidup modern seperti kafe dan ruang publik.
Kepala Bidang Aset dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo, Margareta Ettik Dwi Wulanjari, menjelaskan bahwa status tanah tersebut merupakan milik Puro Pakualaman (PAG), sedangkan bangunannya adalah aset Pemkab Kulon Progo. Setelah berhenti beroperasi, bangunan ini sempat dialihfungsikan sebagai gudang penyimpanan barang lelang BKAD.
Saat ini, Pemkab Kulon Progo sedang merampungkan proses administrasi persetujuan DPRD untuk hibah bangunan, agar pihak Keraton dan investor bisa segera mengeksekusi proyek.
Ettik menambahkan bahwa konsep yang diusung oleh investor sangat akomodatif terhadap kebutuhan ruang kreatif lokal. Gedung ini nantinya tidak hanya menghadirkan studio bioskop modern dengan dukungan teknologi visual dan audio mutakhir untuk memutar film-film terbaru, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti kafe dan area komersial yang representatif sebagai tempat nongkrong anak muda.
Selain itu, kawasan tersebut akan dioptimalkan sebagai ruang seni dan budaya untuk mengakomodasi pertunjukan berskala kecil serta kegiatan edukasi, sekaligus berfungsi sebagai pusat sinematografi yang menjadi wadah pembelajaran film bagi para pelajar dan komunitas kreatif di Kulon Progo.
Letak eks Bioskop Mandala yang berada di jantung Kota Wates—dekat dengan pasar, pusat pemerintahan, dan akses transportasi—dinilai menjadi modal kuat untuk menggerakkan kembali roda ekonomi kawasan tersebut.
Pemerintah setempat pun berharap proyek ini tidak hanya menjadi ruang nostalgia, melainkan juga mesin penggerak kesejahteraan baru bagi warga sekitar.
”Kalau bangunan itu terus dibiarkan kosong justru sayang. Harapannya nanti ekonomi masyarakat ikut bergerak. Kami juga berharap ada rekrutmen pegawai yang memprioritaskan warga lokal wilayah Wates,” pungkas Ettik.
Liputan: Galang Andika Pratama



