Kulon Progo, Proliman News – Petani dan penggerak wisata kecewa karena Bupati Kulon Progo Agung Setyawan kemungkinan baru akan menganggarkan pembangunan Jalan Pertanian dan Wisata dari Pantai Trisik – Mlarangan, tiga tahun lagi.
Padahal jalan lama yang ada sekarang ini sudah rusak berat sehingga tidak mendukung untuk produktivitas pertanian dan wisata. Jalan yang ada juga sempit, dan lebih dari 15 tahun tak tersentuh perbaikan.
Maka keberadaan Jalan Pantai Trisik – Mlarangan sepanjang 6 kilometer selebar 5 meter itu sangat dibutuhkan, untuk membangun suasana kerja baru di kawasan sepanjang Pantai Trisik – Mlarangan.
Apalagi soal pembangunan Jalan Pantai Trisik – Mlarangan sepanjang 6 kilometer selebar 5 meter juga menjadi janji politiknya saat Pilkada 2024 lalu.
Maka pada kesempatan menghadiri Hari Gotong Royong dan Panen Perdana Cabai Paku di Bugel, Rabu (14/5/2025) Ketua Kelompok Tani Bugel Sukarman menanyakan soal pembangunan halan tersebut.
Tetapi tak disangka, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberi jawaban bahwa Jalan Pertanian dan Wisata Pantai Trisik – Mlarangan sepanjang 6 kilometer kemungkinan baru bisa dianggarkan 3 tahun lagi.
“Atas pertanyaan saya itu, Bupati Agung Setyawan menyatakan kalau Jalan Pertanian dan Wisata pantai Trisik – Mlarangan selebar 5 meter sepanjang 6 kilometer itu kemungkinan baru bisa direncanakan 3 tahun lagi, karena sekarang sedang fokus ketahanan pangan,” ujar Sukarman.
Sukarman mengakatan, saat itu ia bertanya, kapan Jalan Pertanian dan Wisata Pantai Trisik – Mlarangan mulai dibangun. Karena itu merupakan janji politiknya, saat Pilkada 2024 dulu.
Ternyata Bupati Agung Setawan menyatakan, kemungkinan baru tiga tahun lagi karena sekarang sedang fokus pada ketahanan pangan.
“Ya hanya seperti itu, tidak ada penjelasan apa-apa lagi, dan tidak ada pernyataan apapun setelah itu,” ujar Sukarman menegaskan.
Jawaban Bupati tersebut ternyata membuat banyak petani dan penggerak wisata mengaku kecewa. Karena mereka berharap tahun ini jalan selebar 5 meter sepanjang 6 kilometer tersebut bisa direalisasikan.
Karena itu merupakan janji politiknya kepada warga di sepanjang Pantai Trisik – Mlarangan, saat kampanye Pilkada 2024 lalu.
Dan warga disepanjang kawasan ini serta yang bermukim di Kawasan Transmigran Ring Satu Bugel, Panjatan dan Karangsewum Galur, juga sudah lama meminta agar pemerintah namun tidak ditanggapi.
Selain jalannya sudah hancur selama puluhan tahun, untuk mendukung produktivitas pertanian, perikanan dan wisata sudah tidak lagi memenuhi syarat.
“Karena itu juga janji politiknya saat kampanye, maka saya tanyakan lagi,” ulang Sukarman.
Ia tidak tahu kalau jawaban Bupati Agung Setyawan itu membuat petani dan warga kecewa.
“Ya sejak dulu kan kita ini juga ada diwilayah yang susah seperti ini, dan kita selalu berhasil (survival). Tidak usah jadi hati juga, yang pasti kita harus semangat agar kecukupan dapur kecukupan biaya sekolah,”ujarnya.
Sukarman juga mengaku kaget dan terheran – heran dengan jawaban Bupati Agung Setayawan tersebut.
Karena semula ia berharap jawabannya, segera sedang dirancang atau setidaknya mohon masukan warga siapnya kapan.
“Tetapi bupati menjawab kemungkinan baru tiga tahun lagi, karena sekarang pihaknya sedang fokus pada ketahanan pangan, mau apa lagi, ” ulangnya.
Sukarman mengaku tidak menyangka kalau jawaban Bupati Agung Setyawan bakal seperti itu. Dan lebih tidak menyangka lagi banyak warga kecewa.
“Ya nasib memang harus begini. Berada di pemukiman yang jalannya buruk bertahun – tahun tidak dibenahi, “ ujar Maryadi warga transmigrasi Ring Satu Bugel.
Liputan : Suyono Sugondo



