Warganet: Botok dan Teguh Berjuang Demi Kita Rakyat Pati Sekarang Mereka Butuh Kita Apakah Kita Akan Diam ?

“Mereka berjuang demi kita masyarakat Kabupaten Pati. Sekarang mereka membutuhkan kita. Apakah kita akan berdiam diri ? Buka pintu hati kalian semua masyarakat Kabupaten Pati,” tulis warganet dalam sebuah group FB.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Polresta Pati menetapkan dua warga Margorejo Pati yakni Supriyanto Botok dan Teguh istiyanto sebagai tersangka kasus pemblokiran Jalan Pantura Pati–Juwana, Jumat (31/10/2025).

Aksi tersebut menyebabkan kemacetan total selama sekitar 15 menit dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kedua pelaku dijerat Pasal 192 ayat (1) KUHP tentang menghalangi jalan umum dengan ancaman pidana hingga 9 tahun penjara, atau 15 tahun bila menimbulkan bahaya besar atau kematian.

Selain itu, turut dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan (ancaman 6 tahun), Pasal 169 KUHP tentang keikutsertaan dalam perkumpulan yang bertujuan melakukan tindak pidana (ancaman 6 tahun), serta Pasal 55 KUHP tentang perbuatan dilakukan bersama-sama.

“Mereka berjuang demi kita masyarakat Kabupaten  Pati. Sekarang mereka membutuhkan kita. Apakah kita akan berdiam diri ? Buka pintu hati kalian semua masyarakat Kabupaten Pati,” tulis warganet dalam sebuah group FB.

Bupati Pati, Sudewo, yang sempat di ujung jurang pemakzulan, kini berdiri gagah lagi di atas panggung kekuasaan.

Tak jadi dimakzulkan. Sebab, enam dari tujuh fraksi DPRD Pati sepakat menolak pemakzulan dan hanya merekomendasikan “perbaikan kinerja.”

Hanya PDIP yang teguh berdiri di barisan terakhir, menolak tunduk, menolak berbalik arah. Sisanya?

Seperti daun-daun kering yang terbawa angin malam, hilang arah dan suara. Ketika tirai paripurna ditutup, rakyat Pati hanya bisa memandang langit malam yang kosong, menunggu keadilan yang mungkin tak akan datang.

BACA JUGA  Penjelasan BMKG soal Potensi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau ke DIY dan Jateng

 Karena di negeri ini, bahkan tragedi pun bisa disetujui lewat voting.

Warganet lain menuliskan pesan mendalam kepada dua tokoh Pati tersebut.

“Saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih buat Mas Botok dan Mas Teguh cs atas semua usaha nya selama ini dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Pati dalam hal kenaikan PBB, ujarnya.

Saya sangat mengapresiasi perjuangan beliau. Aku yakin suatu saat nanti nama mu akan selalu dikenang semua warga masyarakat Pati sebagai pejuang rakyat kecil.

Terlepas dari itu saya juga merasa sangat prihatin sekali melihat berita di medsos kejadian tadi malam peristiwa penangkapan mereka berdua.

Saya harap smuanya bisa diselesaikan dengan damai tanpa ada yang dirugikan dan semoga peristiwa demi peristiwa yang telah terjadi belakangan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Pati semua agar bisa lebih bijak dan dewasa lagi dalam hidup berdemokrasi.

Liputan: Tim Redaksi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *