Yusron Martofa: Saya Sedih Membaca Pertikaian Geblek Renteng, Ini Saran Saya untuk Bupati Kulon Progo

Saya sedih sebenarnya mengamati pertikaian masalah geblek renteng akhir-akhir ini. (foto/ist)

Saya sedih sebenarnya mengamati pertikaian masalah geblek renteng akhir-akhir ini.

Saya bahkan bisa menduga akan semakin banyak masyarakat yang terus membuat narasi-narasi tidak suka, atas kebijakan Bupati Kulon Progo, tersebut.

Ini butuh disikapi dengan baik, hati-hati dan penuh kecermatan agar tidak berkembang menjadi kuman di Bumi Menoreh.

Tulisan ini saya sampaikan agar posisi saya sebagai bekas rival tidak dimonitor sebagai ada dibalik kericuhan yang kini terus berkembang.

Saya secara prinsip main fair play. Kalah ya kalah. Dan itu bisa kita nikmati bersama dalam permainan apapun selama ini.

Kalau boleh saya menyarankan, agar situasi tidak berkembang terlalu jauh, apa lagi merusak iklim politik kita maka izinkan saya menyampaikan saran.

Sekedar saran. Dipakai monggo, tidak juga tidak apa-apa. Namanya juga sekedar saran.

Pertama, saran saya, adalah tarik mundur segala kebijakan yang kini membuat heboh dan berpotensi meluas kemana-mana.

Kedua, Bupati Kulon Progo disarankan untuk lebih fokus merealisasikan janji-janji kampanyenya saja, daripada melakukan tindakan yang menimbulkan reaksi kegaduhan.

Ketiga, sebagaimana janjinya dulu, ciptakan lapanggan kerja dan penggentasan kemiskinan dari pada terus dituduh sedang bermanuver menggubur membumihangguskan lagacý dari pimpinan daerah yang dulu.

Saya senang sebenarnya ketika, salah satu janjinya bisa terwujud, yakni diantaranya adanya satu dokter satu psikiater tiap kalurahan.

Mungkin ini bisa diwujudkan.

BACA JUGA  Ombudsman RI Perwakilan Yogyakarta Kaget Melihat Banyaknya Nasabah Korban Kecurangan BUKP Wates dan Galur

Keempat tentang Sekolah-Sekolah Gratis, gratis uang seragam dan sebaginya. Jika itu bisa direalisasikan di setiap sekolah negri maupun swasta. Ini sudah sangat luar biasa.

Kelima, saya ingat betul bahwa Bupati Kulon Progo akan meng-umroh- kan masyarakat Kulon Progo setiap tahunya secara gratis.

Kalau pun sekarang ini banyak jalan-jalan di Kulon Progo hancur belum bisa membenahi, saya sangat maklum karena daya dukung sangat kurang.

Tetapi jika beberapa hal yang saya sampaikan tersebut bisa direalisasikan, menurut hermat saya, sudah merupakan kemajuan yang paten.

Terimakasih atas perhatiannya, mohon maaf jika tidak berkenan. Bukan untuk menggurui, tetapi sekedar memberi sumbang saran di tengah suasana yang demikian panas, akibat geblek.

Saya tidak ada kaitannya dengan geblek renteng tetapi saya sedikit tahu darimana majunya industry batik Kulon Progo dan dari mana munculnya geblek renteng.

Mekate, matur nuwun.

Penulis : Yusron Martofa

Pengamat Hukum dan Sosial

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *