Kulon Progo, Proliman News – Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo, bergemuruh pada Jumat (18/4/2025) pagi.
Tidak seperti biasanya, hari itu semua pedagang membahas tentang tabungan atau depositonya di BUKP Wates yang tidak bisa dicairkan.
“Nggonku ki wes rong tahun ra iso dijipuk, ming jonja janji wae kae petugase. Kon sabar, sabar piye, butuhe akeh e,” ujar Sumirah penjual bunga untuk ziarah.
“Haiyo, jare kon hidup menabung, kok malah buntung, okeh utange ki piye,” ujar Bu Sadikan yang ada diseberang lapaknya.
Dialog ini begitu keras dan nyata. Mereka sesekali membanting apa saja yang mereka pegang sebagai ungkapan amarahnya.
Bu Sadikan menuturkan kalau ia dan suaminya yang juga mantan pamong di Kalurahan Bendungan memang punya simpanan di BUKP Wates.
Jumlahnya cukup banyak bagi orang sekelasnya. Yakni sebesar Rp 44 juta, dan Rp 18 juta. Tabungan itu ia kumpulkan dari sedikit, hingga terkumpul sebanyak itu.
Saat keduanya membutuhkan, BUKP Wates dengan tenang menjawab tidak ada uang, dan mohon sabar menunggu. Begitu terus hingga akhirnya berjalan bertahun-tahun.
“Ya Robb, iki lakon piye, wong sak pasar keno kabeh,” ujarnya mengguman.
Beda lagi cerita Mbah Jumad, pedagang bumbu masak di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo.
Ia tidak banyak bicara, tetapi ia sempat bercerita bahwa ia memiliki tabungan yang cukup lumayan di BUKP Wates. Jumlahnya berapa ?
“Nggih kathah, “ ujarnya masih menyembunyikan jumlah tabungannya.
Itu uang dari menabung harian sedikit demi sedikit, dan terakhir ia menaruh uang cukup banyak hasil jualan sapi.
Tetapi naas menimpa, saat ia mau mengambil uangnya dari BUKP Wates, petugas hanya bilang sabar.
“Ini sudah setahun, tidak bisa diambil, hanya disuruh sabar, sabar, dan sabar,” ujarnya sembari mengusap air matanya yang mau meleleh.
Warga Seworan, Triharjo, Wates, Kulon Progo ini tidak mampu lagi melanjutkan ceritanya karena pembeli datang dan pasar semakin bergemuruh.
Semua pedagang di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo ini rata-rata memiliki tabungan di BUKP Wates. Kalau toh tidak punya deposito, mereka punya tabungan biasa.
Kalau pun tidak semua pedagang punya simpanan di BUKP Wates, minimal 80 persen pedagang di sini dipastikan punya tabungan atau deposito.
Untuk mencari tahu berapa jumlah pedagang di Pasar Bendungan, maka kita mencari tahu ke Dinas Perdagangan Kulon Progo.
Ada data, tahun 2016, ternyata jumlah pedagang di Pasar Bndungan sebanyak 714 orang. Tahun itu.
Jika 80 persen dari mereka punya tabungan di BUKP Wates, berarti ada sekitar 600-an pedagang kini kesulitan mendapatkan dananya dari BUKP Wates.
Liputan : Mas Wardoyo



