Deposito Rp 200 Juta Tak Bisa Dicairkan Bilyet Deposito Rp100 Juta Dua Tahun Tidak Terbit, Wahyu Purnomo: Saya Ditipu BUKP Wates

Inilah contoh bilyet deopisto yang diterbitkan BUKP untuk menampung uang nasabah kakapnya di seluruh wilayah DIY. (foto/ist)_

Kulon Progo, Proliman News – Betapa marahnya Wahyu Purnomo Putro, warga Mangunan, Bendungan, Wates, Kulon Progo.

Meski ia seorang mantan bankir di sebuah bank ternama, namun ia masih bisa dikecoh oleh petugas BUKP Wates.

Akhir bulan Juni 2023 lalu, ia menarik depositonya dari BUKP Lendah, sebesar Rp 200 juta, kemudian ia simpan di BUKP Wates dalam bentuk deposito.

Dengan harapan, ia mudah mengurusnya, karena kantor BUKP Wates hanya lima menit dari rumahnya dan petugasnya juga saling kenal.

Maka tiga bulan kemudian, ia berniat menarik depositonya dario BUKP Wates, semuanya. Karena ada keperluan membayar notaris.

 “Saya mau narik dana saya kok nggak bisa? Kenapa ? Katanya diminta mundur setahun. Lho ini gemana ? Ini lembaga keuangan apa ? “ katanya.

Ia tersadar, bahwa telah terjerembab dalam kolam comberan penuh lumpur bau dan mengerikan.

“Saya baru sadar saya terjerembab. Ini tidak masuk akal, dan tidak rasional, kenapa lembaga keuangan yang memiliki banyak nasabah tidak punya uang,” lenguhnya.

Bahkan yang lebih aneh lagi, petugas saat itu mendesak saya memasukkan lagi dana baru agar dana Rp 200 juta bisa saya ambil.

“Ini lebih tidak masuk akal. Saya mulai curiga dengan BUKP Wates, hanya saya diam saja. Tetapi entah mengapa saya turuti keinginan petugas. Saya taruh lagi Cuma Rp 100 juta” katanya.

BACA JUGA  Kabag Hukum Pemda Kulon Progo, Fita Maharani: Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT SAK !

Dengan permintaan, harus dalam bentuk deposito, bukan tabungan umum.

Alhasil, tetap mogok, Wahyu Purnomo tidak bisa menarik depositonya yang Rp 200 juta, sampai sekarang.

Bahkan bilyet depositonya yang baru Rp 100 juta juga tidak pernah terbit sampai saat ini.

Kasus terakhir ini bahkan ingin ia laporkan ke polisi, tetapi ia dicegah oleh sanak keluarganya.

“Ada apa ini ? Saat itu petugas hanya mengatakan nanti setelah ada dana segar dari kantor pusat dananya akan diberikan. Kantor pusat mana? Emang ada kantor pusat BUKP ? Sampai kapan saya harus sabar, ini sudah hampir dua tahun lho? “ tanya Wahyu Purnomo, semakin meradang.

Ia mulia gelisah marah-marah. Untuk menutup berbagai keperluan baik membayar notaris maupun keperluan anak-anak sekolah ia harus menjual mobil kesayangannya.

Lalu beberapa waktu kemudian saat ia ingin menarik dananya, justru ia disodori buku tabungan senilai Rp 100 juta rupiah.

Wahyu Purnomo tidak mau menerimanya, karena perjanjian awal ia ingin deposito.

Emang beda ya antara produk tabungan dan deposito ? Bedanya apa? Tanya Prolimannews.id.

“Bedalah. Tabungan itu bisa habis jika penabung terus menarik dananya, sedikit demi sedikit, tetapi kalau deposito kita ambil bunganya pokoknya masih utuh,” ujarnya.

Nah, kemarin itu contohnya, ia disodori buku tabungan dan dikurangi beberapa ratus ribu rupiah dana yang sudah saya cairkan.

BACA JUGA  DPRD Kulon Progo Menerima Usulan Revisi Perda KTR dari Serikat Pekerja Rokok dan Pengusaha

“Saya nggak mau, nanti bisa – bisa semua bunga dibebankan dan mengurangi tabungan, kalau begitu habis tabungan kita. Saya nggak mau lah,” ujarnya.

Contoh kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, ternyata BUKP Wates atau BUKP lain di wilayah kita tidak profesional. Tidak jelas pengelolaan dananya.

“Maka wajar jika setelah heboh kasus BUKP Wates, BUKP Galur, atau BUKP Pengasih, Kokap dan Girimulyo, semua pemilik dana akan menarik simpananya, rush, karena tidak bisa dipercaya,” ujarnya.

Dan lebih tidak bisa dipercaya lagi, jika akhirnya Pempriv DIY tidak bertanggungjawab karena BUKP ini milik Pemda Pemprov DIY. Di sana ada Sri Sultan HB X sebagai Gubernur sekaligus Raja Yogyakarta.

“Saya baru tahu kalau BUKP Wates itu milik Pemprov DIY, yang berarti milik Sri Sultan HB X, saya ditipu BUKP Wates,” ujarnya mengakhiri ceritanya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *