Kulon Progo, Proliman News – Kabupaten Kulon Progo menjadi tuan rumah Kejuaraan Karate Antar Pelajar Tingkat DIY TEKP CUP 2026, bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Cangkring, 7–8 Februari 2026 lalu.
Sedikitnya 630 pelajar dari berbagai kabupaten/kota di DIY mengikuti pertandingkan nomor kumite serta kata, baik perorangan maupun beregu.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dalam pembukaan membuka menegaskan bahwa event ini harus menjadi fondasi pembinaan olahraga jangka panjang, bukan sekadar lomba dua hari.
“Prestasi tidak lahir dari seremoni. Yang kita bangun adalah karakter, disiplin, dan mental tanding. Dari gelanggang seperti inilah masa depan olahraga Kulon Progo ditentukan,” ujar Agung Setyawan.
Ketua Panitia TEKP CUP 2026, Suharyanto, menyebut total peserta mencapai 630 atlet pelajar, terdiri dari 364 atlet putri dan 266 atlet putra yang bertanding dalam sejumlah kategori kelompok umur.
“Seluruh peserta adalah pelajar. Antusiasme tahun ini meningkat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas pertandingan,” kata Suharyanto, Minggu (8/2/2026).
Kejuaraan dibagi dalam dua skema, yakni kelas open yang bersifat kompetitif dan kelas festival yang menekankan pembinaan atlet pemula.
Format tersebut dirancang agar regenerasi berjalan seimbang antara prestasi dan edukasi olahraga.
Panitia menyiapkan tim pemandu bakat untuk memantau atlet potensial selama pertandingan.
Atlet yang menonjol akan direkomendasikan masuk bank data pembinaan KONI Kulon Progo sebagai jalur menuju Porda DIY dan kejuaraan lebih tinggi.
“Event ini bukan titik akhir. Kami ingin ada tindak lanjut nyata setelah kejuaraan, sehingga talenta yang muncul tidak hilang begitu saja,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung ketat dan atraktif. Nomor kumite menampilkan duel cepat dengan intensitas tinggi, sementara kata menonjolkan presisi teknik dan kematangan mental atlet muda.
Kejuaraan ini juga memberi dampak ekonomi bagi kawasan sekitar Wates dengan meningkatnya kunjungan atlet, pelatih, dan orang tua.
TEKP CUP dipastikan masuk kalender tahunan sebagai poros pembinaan karate di Kulon Progo.
Panitia menetapkan target utama kejuaraan ini adalah menaikkan level atlet ke jenjang lebih tinggi, mulai seleksi Popda, Porda DIY, hingga membuka jalan ke Kejurnas.
“Kami ingin ada lompatan kelas. Dari event ini harus lahir atlet yang naik ke pemusatan latihan kabupaten dan menjadi tulang punggung di level regional maupun nasional,” kata Suharyanto.
Liputan : Anung Marganto



