Agung Setyawan: Jangan Anggap Remeh Durian Komoditi Ini Bisa Membuat Ekonomi Kulon Progo Melesat !

Calon Bupati Kulon Progo Nomor Urut 1, Agung Setyawan mengaku tidak menyangka bakal mendapatkan dukungan besar dari warga Nahdliyin Kulon Progo.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News –  Kedepan Kulon Progo sudah selayaknua punya pusat perdagangan durian berskala nasional.

Karena di Kulon Progo memiliki sejumlah perkebunan durian yang suskses membudidayakan berbagai jenis durian berkelas.

“Di Kokap sekarang ini sudah ada kebun durian jenis duri hitam, asal Negeri Jiran Malaysia, ini harganya mahal. Lalu ada musangkin, ada bawor dan Super Tembaga, “ ujar Agung Setyawan, Calon Bupati Kulon Progo 2024-2029 Nomor  Urut 1, kepada pers, Rabu (2/10/2024).

Lalu juga ada varietas lain, seperti  durian Cempli, Promasan, dan Kendil yang tengah diajukan sebagai produk unggulan ke Kementan.

Selain juga varietas unggul nasional lain seperti Durian Menoreh Kuning dan Menoreh Jambon.

“Saatnya Kulon Progo mulai mengibarkan bendera di pasar agro dunia, khususnya durian. Kita akan mendorong semua lahan kosong, lahan nganggur di sepanjang Bukit Menoreh menjadi perkebunan durian,” ujarnya.

Data terkini, Kulon Progo mampu memproduksi durian hingga 4.890 ton dari luas perkebunan 729 hektar. Terbanyak ada di Kalibawang dengan total 3.340 ton dari 467 hektar lahan. Sisanya mayoritas dari Kokap.

Maka tepat kalau Kulon Progo mulai berfikir membuat pusat perdagangan aneka komoditi duriah skala nasional. Lokasinya paling tepat di kawasan lingkar Waduk Sermo.

“Ini akan menarik dan memiliki multiplier efek keekonomian, ya perdagangangannya, ya wisatanya, terutama wisata agro, “ tambahnya.

BACA JUGA  Selamat Hari Anak Nasional: Yuk Menabung Via Program Simpanan Pelajar Bank Kulon Progo!

Agung Setyawan menyatakan, Kulon Progo mampu menjadi pemasok dunia di pasar nasional maupun internasional, jika potensi yang ada dikelala secara optimal.

Karena seluruh kawasan Bukit Menoreh ternyata cocok untuk budidaya berbagai jenis durian karena berada di ketinggian kawasan ini berada di 800 meter diatas permukaan laut.

 “Kenapa etalase durian di seputar Waduk Sermo, karena kawasan ini juga bagus untuk tempat transit wisatawan dan paling representatif,” ujarnya.

Karena ada jalan lingkar yang panjang, pemandangan bagus. View waduk mempesona, dan untuk pemekaran bisnis areanya memadahi.

“Dan yang paling penting lokasinya dekat dengan sentra-sentra perkebunan durian,” ujarnya.

Keberadaan pusat perdagangan atau  etalase besar dunian ini tentu juga harus dibarengi dengan intensifikasi pertanian durian di seluruh kawasan Bukit Menoreh khususnya Kapanewon Kokap dan Kalibawang.

Lahan-lahan nganggur yang kini masih belum produktif, sebaiknya digunakan untuk areal perkebunan durian terutama varietas kesohor.

Pengembangan pertanian aneka jenis durian tersebut tentu juga harus diarahkan menjadi kawasan Agro eduwisata

Sehingga produksi durian bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Tidak hanya untuk konsumsi lokal tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Yang terpenting promosi. Promosi harus diperkuat, agar durian Kulon Progo go internasional,” tambahnya.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *