Cabup Kulon Progo No. 1 Agung Setyawan Ingin Atasi Kemiskinan Melalui Titik Tumbuh Ekonomi

Untuk mengikis kemiskinan langkah terbaik tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dibarengi kebijakan pemerintah yang lebih progresif.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Berbagai problem kemiskinan di Kulon Progo akan menjadi agenda prioritas pada lima tahun pemerintahannya nanti.

Untuk mengikis kemiskinan langkah terbaik tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dibarengi kebijakan pemerintah yang lebih progresif.

“Jika kami (Paslon Agung-Ambar) mendapatkan amanah untuk memimpin Kulon Progo, mengatasi problem kemiskinan merupakan prioritas. ” ujar Calon Bupati Kulon Progo 2024-2029 Agung Setyawan, kepada media.

Dan cara mengatasi problem kemiskinan di Kulon Progo, menurut kajian tim pakar Paslon Akbar (Agung-Ambar) lebih fokus pada upaya menciptakan titik tumbuh perekonomian daerah, paparnya.

Agung Setyawan mengatakan, pihaknya dibantu sejumlah pakar dalam tim ahli telah menyiapkan kajian cukup mendalam guna mengurai akar kemiskinan yang membelit wilayah ini.

 “Langkah awalnya, bersama para pakar kami  mencoba mengurai akar kemiskinan itu sendiri. Baru kemudian merancang aksimya, melalui beberapa ide program pemberdayaan dan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Problem kemiskinan di Kulon Progo sendiri cukup kompleks, ujar Agung Setyawan. Tetapi ujungnya sudah diketemukan, yakni mampatnya perekonomian dan tidak adanya dukungan kebijakan secara sistematik di semua sektor.

 “Ujungnya itu ada di lemahnya daya beli masyarakat, akibat rendahnya pendapatan dampak dari tidak bergeraknya sejumlah sektor pendukung perekonomian. Itu yang kami cermati dan kami rancang solusinya,” tambah Agung.

Maka setidaknya ada lima persoalan yang harus segera dibedah untuk mendinamisasi pergerakan ekonomi Kulon Progo.

BACA JUGA  Komisi A DPRD DIY Desak Menkeu Kaji Ulang Kebijakan Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah

Pertama, akses lalu lintas perekonomian nota bene akses jalan, kedua mendorong titik tumbuh perekonomian di berbagai lokasi strategis, ketiga mengoneksikan seluruh pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang sudah ada menjadi urat nadi pertumbuhan.

Keempat mendorong lebih banyak komponen masyarakat dalam pergerakan ekonomi mewujudkan Kulon Progo yang lebih dinamis, maju dan berdaya.

Kelima membangun mentalitas masyarakat yang baru menyongsong Kulon Progo yang lebih dinamis, terutama di kelompok masyarakat usia muda, dan milenial.

Dengan beberapa langkah tersebut, otomatis akan mengatasi banyak problem kemiskinan yang selama puluhan tahun ini  membelit Kulon Progo.

“Dengan konsepsi tersebut, secara langsung akan menyentuh problem besar kita yakni menekan tingginya angka kemiskinan yang kini mencapai 70 ribu orang lebih dengan per kapita Rp 460 ribu per bulan,” paparnya.

Geliat ekonomi yang terencana tentu akan meningkan per kapita masyarakat.

“Berkembangnya semua sektor usaha, mulai pertanian, pariwisata, industri, dan jasa otomatis memacu per kapita masyarakat, maka problem kemiskinan akan dengan sendirinya terkikis. Dibarengi sentuhan kebijakan pemerintah secara intensif, sejalan dengan semangat baru masyarakat  Kulon Progo,” ungkapnya.

Maka pemerintah ke depan harus memiliki rencana besar yang sistemnatis ( grand desain ) untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mengikis kemiskinan. Bukan sekedar menjalankan roda birokrasi.

Liputan : Bagus Aryo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *