Agung Setyawan Terisak Menahan Tangis Setiap Bicara Kemiskinan di Kulon Progo, Videonya Beredar di Medsos

Calon Bupati Kulon Progo No.1, Agung Setyawan, paham bahwa banyak warga di sejumlah wilayah selama puluhan tahun tinggal di lokasi yang akses jalannya buruk.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Calon Bupati Kulon Progo No.1, Agung Setyawan, paham bahwa banyak warga di sejumlah wilayah selama puluhan tahun tinggal di lokasi yang  akses jalannya buruk.

“Ya, kami sangat mengerti itu. Secara pribadi saya trenyuh melihat kondisi ini. Banyak saudara-saudara kita tinggal, bermukim, di lokasi yang akses jalannya tidak memadahi,” ujarnya kepada media.

“Saya sangat mengerti, maka kadang saya susah menahan derai air mata,” ulangnya.

Bukan itu saja yang membuat Agung Setyawan kadang susah menahan derai air mata.

Ia menyatakan, setiap kali berbicara tentang akses jalan, akses pendidikan, biaya pendidikan, biaya hidup sehari-hari trenyuh tak terbendung.

“Saya tahu ini. Di sisi barat perbatasan Kokap – Puworejo, misalnya, itu bikin sedih. Jalannya rusak. Kondisi jalan buruk terjal naik turun, itu bikin sedih, “ katanya.

Bagaimana anak-anak sekolah, harus jalan kaki, kalau hujan pasti licin, batua-batuan terjal, sambungnya.

Maka setiap kali berbicara masalah kemiskinan, buruknya akses jalan, yang terbayang oleh Agung Setyawan adalah bagaimana akses pendidikan untuk anak-anak.

“Saudara-saudara kita yang ada di perbatasan barat Kapanewon Kokap, idari Pripih ke utara hingga Girimulyo, itu rusak jalannya. Kami paham kondisinya,” tambahnya.

Maka setiapkali bicara kemiskinan, akses jalan, akses pendidikan, anak-anak sekolah, susah baginya untuk tidak menitikkan air maka.

Maka wajar jika setiapkali bicara di depan umum membahas kemiskinan dan akses jalan yang buruk, hanya kalimat ini yang keluar dari mulutnya.

BACA JUGA  Kawal Masa Depan Lingkungan Temanggung, Agus Gondrong Kukuhan Dewan dan Fasiliator Persampahan 

“Bismillah, saya wakafkan diri saya untuk kemajuan Kulon Progo,” katanya sembari menahan isak tangis, saat berbicara di depan jamaah sebuah pengajian.

Video pendek pidato Agung Setyawan terisak menahan tangis ketika bicara kemiskinan dan akses jalan ini bahkan beredar luas di berbagai media sosial.

Agung Setyawan mengaku setiap kali berbicara kemiskinan di Kulon Progo rasanya hati teriris seperti ingin menangis meronta-ronta.

Itu sebabnya dalam beberapa kesempatan ketika berpidato mengenai persoalan kemiskinan Agung Setyawan terbata-bata hingga tidak mampu mengeluarkan kata-kata, lalu terisak.

“Bismillah, saya ingin mewakafkan diri saya untuk kemajuan Kulon Progo,” ulangnya.

Bukan hanya soal akses jalan buruk, karena kemiskinan pula kini masih ada sekitar 6.818 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kulon Progo.

Pengangguran juga masih 6.600 orang, lulusan sekolah belum kerja jumlahnya meningkat, dan anak-anak yang harus mendapatkan pendidikan layak butuh perhatian serius agar Kulon Progo maju, ujarnya mengakiri obrolan.

Liputan : Bagus Aryo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *