Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPC PPP Kulon Progo Zuharsono Ashari memberikan orasi mengejutkan dalam evaluasi 27 politisi pengusung dan pendukung Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko, Rabu (22/4/2026), di Rumah Makan Bebek Brontak.
Zuharsono Ashari yang meminta semua politisi pengurus partai yang ada dalam arena ini mengambil hikmah mendalam atas kerja-kerja politik untuk pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
Ia mem beberakan bahwa Sabtu (25/4/2026) nanti akan dilakukan pembukaan Muscab PPP serentak seluruh wilayah DIY di Novotel Hotel Kulon Progo oleh Ketua Umum PPP Madiyono.
“Ini perlu saya ceritakan agar sambung. Kami pernah bersama sektertaris itu dini hari mendatangi rumah Ketum PPP Madiyono memianta agar surat rekomendasi untuk Marija – Yusron Martofa diubah menjadi Agung Setyawan – Ambar Purwoko,” katanya.
Alasannya apa, karena calon ini lebih baik dan lebih punya daya dukung.
Alasan itu kemudian disepakati oleh Ketum PPP dan akhirnya pasangan ini lolos dan berhasil menjadi Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo.
Ini merupakan langkah tidak mudah, karena waktu yang tersedia tinggal tiga hari. Maka pada hari ketika, hari terakhir PPP menyatakan mendukung Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
“Ini kita lakukan dengan penuh perjuangan, kita nekad mendatangi rumah kediaman Ketua Umum PPP tetapi kita juga melakukan dengan senang hati dan berharap nanti bisa cair,” katanya sembari tertawa ngakak.
Maka tahap berikutnya PPP mendapat point, karena bisa mengusung Bupati – Wakil Bupati dan menang. Titik.
“Itu kenapa besuk pembukaan serentak Muscab PPP se DIY dipusatkan di Kulon Progo dan dibuka langsung oleh Ketua Umum PPP Madiyono,” katanya.
Bukan itu saja, pada pembukaan itu juga dilakukan penyerahan bantuan 10 traktor untuk petani dengan harga kurang lebih Rp 500 juta.
Di sisi lain, sebagaimana biasa pengusung memiliki jago yang menang tentu bayangannya, cair !
“Tetapi ini perlu saya ceritakan, agar bapak ibu semua mengerti bahwa kami PPP juga berjuang keras dan memenangkan pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko dan jadi. Titik,” katanya.
Zuharsono mengatakan, setiap yang memiliki calon dan menang biasanya DPW PPP akan minta jatah.
Demikian juga halnya yang terjadi di Kulon Progo, Agung Setyawan – Ambar Purwoko sudah menang, lalu DPW PPP menghubungi pengurus daerah Kulon Progo. Minta.
“Sleman oke, Bantul oke, nah kita di Kulon Progo sejak setahun lalu jika DPW PPP minta kami selalu bilang, nanti ya, belum cair,” kata Zuharsono Azhari.
Ia mengatakan DPC PPP Kulon Progo tidak sanggup menjawab permintaan DPW PPP yang hanya sebesar Rp 25 juta, karena tidak ada suntukan dari paslon.
“Ini sudah setahun, dan kami selalu mengatakan tidak mampu, karena tidak cair. Lalu kalau DPC PPP Kulon Progoi harus membayar dengan uang apa ? Ya tetap tak semayani,” ujarnya.
Hal kecil ini tentu menganggu komunikasi antara politisi PPP dengan Agung Setyawan dan Ambvar Purwoko.
“Saya sepakat jika Pak Jujuk nombok, Pak Muhtarom nombok, dan siapa lagi yang nombok. Apalagi sekarang komuniaksi mereka ini dengan Agung Setyawan – Ambar Purwoko putus. Kan jadi tidak elok,” katanya.
Tetapi Zuharsono Azhari menegaskan bahwa pertemuan ini bukan ingin makar sebagaimana dilontar banyak politisi sebelum acara ini dimulai.
Tetapi pertemuan ini merupakan silaturahmi karena sudah setahun tidak bertemu dan semua yang ada di tempat tersebut adalah pejuang yang dengan gagah dan gigih mememangkan Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
Kalau kemudian masih ada kasus-kasus seperti kasusnya DPC PPP Kulon Progo tidak mampu memenuhi permintaan DPW PPP DIY, berarti memang nasibnya lagi tidak untung, alias kenapa bisa tidak ada untuk membayar Rp 25 juta?
“Yak arena tidak ada, kalau saya harus membayar dari kantong pribadi, waduh sangat tidak sehat ini. Dan ini saya hindari, saksinya ya Pak Jujuk itu,” katanya menjelaskan.
Ia kemudian meminta maaf kepada seluruh politisi pendukung dan pengusung Agung-Ambar (Akbar) karena barangkali cerita ini sedikit membuat air mata tidak kuat alias tidak mampu tangis.
“Saya minta berkenan hadir dalam pembukaan Musda Bersama yang dilakukan Ketum PPP di Novotel Hotel kompleks Pemda DIY. Saya mohon datang y a teman-teman,” ujarnya.
Kemudian Zuharsono Azhari memberikan waktu kepada Politisi PAN Muhtarom Asrori yang kini merasa terbuang dari pusat kekuasaan.
Liputan : Suyono Sugondo



