Saya memimpikan munculnya Kang Mursyid Kang Mursyid lain di dalam pergerakan Nahdatul Ulama (NU) di negeri ini.
Jika di sebuah wilayah ada 10 Kang Mursyid dengan ghiroh yang sama maka NU bakal tumbuh menjadi bukan saja perkumpulan yang matang dan madangi.
Al kisah, terpilihnya Kang Mursyid sebagai Ketua Tanfidz MWC NU Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo menjadi angin segar bagi jamaah di pelosok wilayah ini.
Beliau memang tidak dikenal sebagai sosok yang tiap hari duduk di dampar mengajar kitab kuning. Tetapi semangatnya menghidupkan ekonomi umat patut diacungi jempol.
Langkah pertama beliau adalah mendirikan Koperasi Murakabi — wadah warga saling menopang.
Dari sinilah lahir kepercayaan jamaah dari program nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Saat momen besar tiba, hadir layanan hewan qurban dan aqiqah dengan harga amanah dan proses transparan.
Lalu, untuk menjawab kerinduan Tanah Suci, dibukalah Biro Umroh dengan skema terjangkau dan pendampingan yang dekat secara kultural.
Hasilnya mulai terasa: koperasi berputar, warga lebih mudah berqurban dan aqiqah, dan sejumlah jamaah sudah berangkat umroh bersama keluarga besar NU.
Ini bukti bahwa NU hadir tidak hanya di mimbar dan majlis dzikir, tapi juga di meja dapur dan kios dagang.
Seperti kata Kang Mursyid, “Kalau ekonomi umat kuat, dakwah jadi ringan dan hati jadi lapang,”
Semoga ikhtiar ini terus tumbuh, membawa berkah bagi warga NU Pengasih, dan menjadi amal jariyah yang tidak putus.
Penulis : Alfakir Imam Syafii



