Kulon Progo, Prolimannews — Gelaran Festival Sepak Bola Putri SD/MI Antar-Kapanewon Se-Kabupaten Kulon Progo “Putri Binangun Cup 2026” tidak hanya sukses menyajikan kompetisi yang sengit, tetapi juga menjadi panggung lahirnya bintang baru sepakbola putri.
Haura Azzahra Khairunissa, penjaga gawang cilik berbakat asal Kapanewon Temon, ini misalnya. Ia sukses menyabet penghargaan bergengsi sebagai Best Goalkeeper (Kiper Terbaik) berkat penampilan impresifnya sepanjang turnamen tersebut.
Saat namanya menggema di stadion sebagai penjaga gawang terbaik, bocah berusia sembilan tahun ini mengaku sempat terkejut. Namun, rasa terkejut itu segera berubah menjadi rona bahagia yang tak terbendung.
Penghargaan ini menjadi buah manis dari perjuangan keras serta dedikasinya yang tak kenal lelah dalam mengawal lini pertahanan Tim Temon hingga berhasil keluar sebagai Juara 2.
“Pas tahu jadi kiper terbaik, kaget sih. Tapi senang banget,” ungkap Haura dengan kepolosan khas anak-anak.
Di balik ketangguhannya, rupanya ada kedisiplinan tinggi yang tertanam dalam diri Haura. Selain melakoni porsi latihan rutin bersama tim utama KKG Temon,
Haura juga menunjukkan komitmen luar biasa dengan rutin jogging dan berlatih mandiri bersama sang ayah setiap sore di rumah. Mengidolakan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, Haura kerap meniru ketenangan sang idola saat berhadapan satu lawan satu dengan penyerang lawan.
Ketenangan Mental: Selalu berusaha tenang dan mengatur napas di situasi krusial.
Posisi Tubuh: Memajukan langkah demi langkah sambil membuka kedua tangan selebar mungkin untuk mempersempit ruang tembak.
Mentalitas Pantang Menyerah: Saat gawangnya kebobolan, ia tidak terpuruk karena dukungan suportif dari rekan-rekan setimnya yang selalu membakar semangat.
Dari deretan laga yang dimainkan, momen paling heroik sekaligus tak terlupakan bagi Haura terjadi saat timnya melakoni duel sengit melawan skuad tangguh dari Girimulyo. Dalam sebuah serangan krusial, Haura melakukan penyelamatan ajaib yang mengundang decak kagum penonton.
“Pas melawan Girimulyo itu menurutku yang paling keren. Aku udah hampir jatuh ke belakang, tapi bola masih bisa ditahan pakai ujung tangan sambil mau nggeblak (terjengkang),” kenang Haura antusias.
Selain ketangkasan fisik, Haura juga dikenal sebagai “jenderal lapangan belakang” yang cerewet dalam arti positif. Ia aktif membangun komunikasi intens, tak lelah berteriak memberikan arahan agar lini belakang Tim Temon tetap disiplin menjaga posisi dan mengawal pergerakan lawan.
Keberhasilan meraih trofi individu dan membawa Tim Temon menjadi runner-up tidak membuat Haura cepat puas. Langkah besar berikutnya sudah ia rancang. Dalam waktu dekat, Haura berencana untuk segera bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) demi mendalami teknik kepelatihan profesional dan menambah jam terbang di level yang lebih tinggi.
Di akhir wawancara, kiper cilik masa depan Indonesia ini menyelipkan pesan inspiratif untuk anak-anak seusianya:
Kurangi waktu main HP (ponsel), dan lebih fokus kejar mimpi. Kalau mau jadi atlet hebat, kuncinya harus rajin berlatih dan berani tambah porsi latihan sendiri di rumah.
Liputan: Galang Andika Pratama



