Sabet Emas Internasional, Gisela Renata Putri Atmaja Siap Harumkan Taekwondo

(Foto/Dok)

Kulon Progo, Prolimannews – Peta kekuatan olahraga taekwondo di Kabupaten Kulon Progo semakin diperhitungkan. Salah satu nama mudanya yang kini tengah naik daun dan mencuri perhatian adalah Gisela Renata Putri Atmaja.

Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, atlet berbakat asal Gunung Gempal, Giripeni, Wates ini sudah menorehkan sederet prestasi gemilang. Lahir di Sleman pada 29 Maret 2012, anak sulung dari dua bersaudara pasangan Fibriadhi Tri Atmaja dan Pipiet Andriani Puspitorini ini awalnya mengenal taekwondo secara tidak sengaja saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Awalnya cuma diajak teman waktu kelas 3 SD. Tapi lama-kelamaan malah ketagihan, suka, dan akhirnya diarahkan ke jalur prestasi,” kenang Gisela.

Bakat besar Gisela pertama kali ditempa di Dojang West Warriors Taekwondo di bawah bimbingan langsung Master Zuharsono Ashari. Berkat performanya yang konsisten, siswi SMP Negeri 3 Sentolo ini kemudian berhasil menembus program Pemusatan Latihan Kabupaten (Pelatkab) TI Kulon Progo.

Di Pelatkab, Gisela berkesempatan berlatih reguler bersama para atlet senior level PORDA. Ia digembleng langsung oleh jajaran kepelatihan terbaik Kulon Progo, di antaranya Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabinpres) Master Hardianto Budi Darmo (Master Antok) serta Head Coach Sabeum Mujiyono.

Tahun 2026 menjadi pembuktian kualitas bagi Gisela. Turun di kategori Kyorugi (tarung) kelas Under 55 kg putri, ia sukses meraih medali perunggu POPDA DIY 2026. Dia juga meraih medali perak pada Sleman Battle Arena 2026 dan medali emas International Gelora Taekwondo Championship 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Master Hardianto Budi Darmo melihat Gisela adalah aset berharga dan calon bibit unggul yang berpotensi besar mengharumkan nama Kulon Progo di kancah yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Tunggu Dokumen PT Agrinas, Pemkab Kulon Progo Belum Verifikasi 30 Gerai KDMP

“Gisela ini memiliki disiplin yang sangat bagus dan rajin. Dari sisi teknik dan konsistensi latihan, dia berada di atas rata-rata anak seusianya. Dia punya motivasi kuat untuk jadi atlet berprestasi. Ini yang harus dipertahankan,” ujar Master Hardianto.

Master Hardianto juga menyoroti keunggulan fisik Gisela yang dinilai sangat menguntungkan di matras pertandingan. Postur tubuhnya bagus dan tinggi menjadi modal yang tidak dimiliki semua anak.

“Dengan usia yang masih 14 tahun, peluang emas untuk Kulon Progo sangat besar,” ujarnya.

Keberhasilan Gisela tidak lepas dari dukungan kedua orang tua dan jajaran pelatih, SMP N 3 Sentolo yang memberikan keleluasaan untuk terus mengembangkan prestasi akademik dan non-akademik sejalan.

Bagi Gisela, dunia taekwondo memberikan banyak warna dalam hidupnya. Suka duka ia lalui, mulai dari menambah relasi pertemanan, berkesempatan digembleng oleh pelatih-pelatih hebat. Saat merasakan pahitnya kekalahan, Gisela tidak tumbang. Ia justru menjadikannya bahan bakar untuk mengevaluasi diri.

Saat ini, Gisela tengah menjalani program Training Center (TC) reguler Pelatkab dengan porsi latihan yang cukup padat, yakni 6 kali seminggu dengan durasi 2,5 jam per sesi. Semua ini dilakukan demi satu tujuan bersiap menghadapi target besar di POPDA DIY 2027.

“Ingin lebih berprestasi. Syukur bisa berkiprah di kejurnas dan sampai ke tingkat internasional,” pungkas Gisela.

Liputan: W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *