Kulon Progo, Proliman News — Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum petugas keamanan (satpam) terhadap siswi di SMAN 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendadak hangat diperbincangkan. Insiden tersebut memicu aksi protes dari para siswa hingga turun tangannya aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Kronologi Kejadian
Peristiwa dugaan pelecehan ini terjadi pada awal Agustus 2026. Kejadian bermula saat dua siswi kelas X kembali ke sekolah sekitar pukul 16.00 WIB usai mengikuti latihan baris-berbaris (tonti) untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam kelas.
Kondisi sekolah yang saat itu sudah sepi membuat kedua siswi meminta bantuan kepada oknum satpam guna membukakan ruangan. Namun, setelah barang berhasil diambil, oknum satpam tersebut diduga mencoba merangkul salah satu siswi. Siswi tersebut berhasil menghindar dan segera melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak Bimbingan Konseling (BK) sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Juhan Wahyudi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, memang terlihat adanya upaya merangkul dari oknum satpam dan respons siswa yang berupaya menghindar.
Respons Sekolah dan Penyedia Jasa Satpam
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan perusahaan penyedia jasa tenaga pengamanan (vendor). Oknum satpam tersebut telah dipanggil, diinterogasi, dan dijatuhi Surat Peringatan (SP3). Semula, vendor berencana melakukan mutasi/pemindahan tugas (rolling) terhadap oknum satpam tersebut per 1 Oktober 2026.
Aksi Protes Siswa dan Perkembangan Terkini
Keadaan kembali memanas setelah beredar selebaran (flyer) di media sosial bertuliskan kekecewaan siswa atas penanganan kasus tersebut. Pada Kamis (17/9/2026), puluhan siswa-siswi SMAN 1 Sentolo menggelar aksi protes di depan ruang BK sekolah untuk menuntut pemecatan tegas terhadap oknum satpam dan transparansi penyelesaian kasus.
Merespons gejolak tersebut dan viralnya kasus ini di masyarakat, Polsek Sentolo yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Dina Martanti mendatangi SMAN 1 Sentolo untuk mengumpulkan keterangan, memeriksa bukti rekaman CCTV, serta melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan tindak pidana pelecehan seksual tersebut.
Liputan: Galang Andika Pratama



