Lima Perkara Talud Underpas Margosari Pengasih Kulon Progo Dari Talud Pakai Batu Putih Hingga Sulingan

Maka diminta ada koordinasi Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) untuk melakukan pengerukan pada sedimentasi Kali Papak.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kulon Progo, Pancar Topo Driyo, mengatakan, perlu adanya perbaikan secara komprehensif di areal ambrolnya Underpas Margosari

“Perlu ada perbaikan secara komprehensif, di areal ambrolnya talud Underpas Margosari,” ujarnya ketika dihubungi Sabtu ( 4/1/2025).

Pancar Topo Driyo menegaskan, perbaikan konprehensif itu dilakukan mulai normalisasi Kali Papak, hingga perbaikan dari talud yang ambrol.

“Sudah ada pembicaraan awal, ambrolnya talud Underpas Margosari diperbaiki menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT). Penting diingat, musim penghujan masih cukup lama, “ ujarnya.

Ia menambahkan banyak catatan terkait talud Underpas Margosari yang ambrol sejak semiggu lalu itu.

Pertama, talud pengaman di Underpas Margosari, bangunan lama dan tidak ada perawatan, serta hanya merupakan pasangan batu putih tanpa besi atau bahkan tanpa cor beton.

Maka baiknya menggunakan pasangan batu hitam seperti lazimnya talud.

Kedua terjadi sedimentasi di Kali Papak sehingga luapan air sungai masuk ke sawah milik warga dan menjebol dinding pengaman underpas.

Sehingga saat hujan, ada luapan Kali Papak dengan volume air yang sangat besar, terus masuk ke sawah warga dan menjebol talud.

Ketiga, mesin penyedot air sudah bekerja maksimal, memang volume airnya yang cukup besar, sehingga dua underpas tergenang semua.

Maka diminta ada koordinasi Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) untuk melakukan pengerukan pada sedimentasi Kali Papak.

BACA JUGA  Warga Kokap Gelar Aksi di DPRD Kulon Progo, Tolak Penggabungan SDN Hargomulyo dan SDN Banjaran

Keempat, dalam hal ini ada dana BTT sebesar 4 – 5 miliar  rupiah yang bisa digunakan tinggal disepakati payung hukumnya.

Kelima, talud itu menggunakan suling-sulingan yang membuang air ke jalan. Ini aneh. Estetikanya juga tidak masuk.

“Beda dengan talud di sungai. Di sungai bisa menggunakan suling-sulingan dan membuang air ke sungai. Ini kasusnya beda,” ujarnya.

Sementara Nursanto warga setempat mengatakan ambrolnya talud Underpas Margosari menguak banyak masalah.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *