Lurah Pendoworejo : Bupati 2024 Harus Orang yang Paham Kulon Progo, Paham Itu Tahu Banget !

“Paham itu ya paham kondisi alamnya maupun kondisi penduduknya. Kondisi alam harus paham seperti apa, dan apa yang harus dikerjakan, lalu kondisi kependudukan, seperti apa, kemiskinan itu PR besarnya itu,” ujar Budiman, Lurah Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Bupati Kulon Progo 2024 haruslah figur atau sosok yang paham tentang lekuk siku Kabupaten Kulon Progo.

Paham itu tidak sekedar tahu, tetapi bisa coplok (tahu banget,red) lahir batin. Karena orang yang tahu banyak, tetapi yang paham hampir tidak ada.

“Paham itu ya paham kondisi alamnya maupun kondisi penduduknya. Kondisi alam harus paham seperti apa, dan apa yang harus dikerjakan, lalu kondisi kependudukan, seperti apa,  kemiskinan itu PR besarnya itu,”  ujar Budiman, Lurah Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo.

Bagaimana mengatasi kemiskinan yang demikian berat, dengan kondisi alam yang demikian berat di Kulon Progo utara, lalu bagaimana masalah kesehatan masyarakatnya.

“Itu penting, “ lanjutnya.

Maka ide pendirian rumah sakit di kawasan tengah dan utara Kulon Progo mestinya menjadi bagian dari rencana pembangunan kawasan Bukit Menoreh yang demikian tertinggal, akses jalan susah, kondisi ekonomi terseok-seok.

Budiman sepakat dengan prioritas pembangunan infrastruktur jalan di sepanjang wilayah Bukit Menoreh hingga perbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan Magelang Jateng.

Karena akses jalan menuju pemukiman warga di sepanjang Bukit Menoreh itu 80 persen yang tidak layak pakai, bahkan berbahaya untuk dilewati.

Kondisi jalan-jalan desa itu seperti dasar sungai yang mengering, hambaran batu-batu terjal tidak beraturan, banyak lubang dan lincin sekali di saat hujan turun.

BACA JUGA  Mendagri Tito Karnavian Meminta Masyarakat Pati Jateng Tidak Anarkis pada Demo 25 Agustus 2025 Nanti !

Kondisi seperti itu bahkan hampir merata di seluruh kawasan Bukit Menoreh, mulai dari Kokap, Pengasih, Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

Meski akses jalan di kawasan tersebut demikian buruk, tetapi selama hampir dua periode kepemimpinan di Kulon Progo tetap terabaikan. Bahkan lebih dari 10 tahun tidak disentuh perbaikan.

Boro-boro perbaikan, dikaruhke (ditinjau) pun tidak. Padahal di kawasan itu benar-benar tempat bermukimnya rakyat asli  Kulon Progo.

“Ya itu contohnya. Kalau Bupati– Wakil Bupatinya paham tentang Kulon Progo, pasti persoalan warga hidup tanpa akses jalan yang layak seperti tidak akan muncul. Kalau pemimpinnya paham, ” ujar Budiman.

Jadi menurut Budiman, sosok Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2024 itu disamping harus paham tentang Kulon Progo, juga sosok yang bisa membuat Kulon Progo lebih maju dan merata.

“Artinya apa, ya jangan mengesampingkan kewilayahan, semua wilayah itu harus di bedah, pembangunan itu merata seluruh wilayah Kulon Progo, itu,” katanya.

“Apa sekiranya bapak sudah punya calon, atau ada kandidat yang akan diajukan. Mohon informasinya, siap! “ tanya Budiman.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *