Suroso (62) Lemas Tabungannya Sebesar Rp 12 Juta di BUKP Wates Tak Bisa Diambil: Beri Kami Kekuatan Ya Rob !

Banyak nasabah BUKP Wates kini kebingungan karena dana tabungan m,ereka tidak bisa dicairkan konon karena tidak ada duit di lembaga kredit milik Pemda Provinsi DIY ini. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Suroso (62) warga Bendungan Lor, Bendungan, Wates, Kulon Progo tak kuasa menahan tangis ketika ditanya soal tabungannya di BUKP Wates.

Suroso yang berprofesi sebagai tukang angkringan itu benar-benar kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kekesalannya pada BUKP Wates.

Ia mengaku, sepuluh bulan lalu mengajukan pencairan separo dana tabungannya di BUKP Wates yakni sebesar Rp 6 juta untuk berobat dan menambah modal berjualan.

Apa yang terjadi, ia harus pulang dengan tangan kosong saat itu. Karena petugas BUKP Wates mengatakan, uang habis dan diminta menunggu besuk.

Meski demikian Suroso mengaku tetap sabar sambil menunggu hari besuk. Tetapi hari besuknya, ia kembali dikecewakan BUKP Wates. Karena ia tetap pulang dengan tangan kosong.

Sehari dua hari, seminggu dua minggu, hingga sebulan dua bulan, Suroso tetap pulang dengan tangan kosong. Ia tidak bisa membawa pulang duit Rp 6 juta.

Hingga sampai sepuluh bulan kemudian, yakni hari ini BUKP Wates tetap tidak sanggup membayar.

Petugas BUKP Wates dengan entheng mengatakan tidak ada duit dan mohon menunggu. Begitu terus dari bulan Juni tahun 2024 lalu hingga April 2025.

“Sudah sepuluh bulan saya mengajukan pencairan saya hanya minta separo. Demikian pun sampai hari ini tetap tidak bisa cair,” katanya kepada Proliman News, Minggu (6/4/2025).

Kini lelaki tua itu hanya bisa pasrah sambil sesekali berdoa semoga ada mukjiyat yang bisa menyelamatkan tabungannya sebesar Rp 12 juta di BUKP Wates.

BACA JUGA  Pengurus Kadin Kulon Progo Resmi Dilantik, GKR Mangkubumi: Kadin Harus Jadi Mediator Industri Wisata dan Investor

Ia mengaku bebagai cara sudah ia tempuh untuk bisa mencairkan tabungan yang ia kumpulkan dari seribu, dua ribu hingga lima ribu rupiah setiap harinya.

Salah satunya dengn meminta bantuan anggota DPRD Kulon Progo hingga pejabat tingkat kecamatan ( kapanewon, red).

 “Saya mikirnya, mungkin karena tabungan saya kecil, saya orang kecil, disepelakan, maka saya meminta bantuan anggota dewan dan pejabat,” katanya.

Ternyata usahanya tetap sia-sia. Meski sudah minta bantuan anggota DPRD dan pejabat, Suroso tetap belum berhasil mencairkan separo tabungannya.

“Ora dong iki. Nggak tahu kapan bisa cair. Setiap saya tanya ke BUKP Wates, kapan bisa cair, selalu dijawab nanti, nanti dan nanti. Mundur mundur terus. Alasannya, BUKP Wates tidak punya uang,” ujar Suroso menahan isak tangis.

Padahal ia sangat membutuhkan dana itu untuk menambah modal jualan angkringan dan membayar kebutuhan mendesak lainnya.

“Beri kami kekuatan Ya Rob,” desahnya lirih.

Nasabah BUKP Wates, kini benar- benar bingung, karena ternyata bukan hanya nasabah besar dengan jumlah tabungan ratusan juta rupiah yang kesulitan mencairkan dana simpanannya.

Nasabah dengan jumlah simpanan Rp 12 juta pun tidak bisa mencairkan dana tabungannya meski pengajuan penarikan dana simpanan sudah diajukan sejak sepuluh bulan lalu.

“Ini masalah serius, bahkan ini genting. Kami segera turun ke lapangan, ada apa sebenarnya, kok jadi heboh begini,”ujar Nasib Wardoyoi, Anggota DPRD Kulon Progo ketika dihubungi.

BACA JUGA  Dongkrak Ekonomi Masyarakat, DPRD Kota Yogyakarta Terima Tamu DPRD di Kampung Wisata

Data nasabah yang susah mencairkan tabungannya di BUKP Wates, Galur, dan Girimulyo cukup banyak yang masuk ke kantongnya.

“Coba tunggu sampai nanti hari kerja, kami akan cek ke mereka, mungkin cek silang ke petugas BUKP,” ujarnya pendek.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *