Kulon Progo, Proliman News – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kulon Progo resmi dilantik di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kadin DIY, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi.
Ketua Kadin Kulon Progo, Nanang Sukrisno, hadir didampingi jajaran pengurus dan dewan, antara lain Dewan Penasihat Kuswadi, Master Zuharsono Azhari, Dewan Pertimbangan Aris Prabowo, Sunarto Wakil Ketua, Supracoyo dan Anung Marganto.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyatakan dukungan terhadap penguatan peran Kadin sebagai penggerak ekonomi berbasis kemitraan bisnis nyata antara UMKM dan industri pariwisata.
Dalam sambutannya, GKR Mangkubumi menegaskan Kadin di tingkat kabupaten harus mengambil peran strategis sebagai penghubung kebutuhan industri pariwisata, antara pengusaha lokal dan investor.
Sehingga tercipta hubungan ekonomis yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Kadin Kulon Progo Nanang Sukrisno menyatakan pengurus baru Kadin Kulon Progo akan focus mensuplai kebutuhan sektor pariwisata dengan menempatkan UMKM sebagai bagian dari sistem layanan industry wisata.
“UMKM harus masuk dalam sistem supply chain pariwisata. Artinya ada standar layanan, kualitas produk, volume pasokan, serta kontrak yang jelas. Tanpa itu, kemitraan hanya berhenti di program sosial,” ujarnya.
Nanang menegaskan bahwa Kadin Kulon Progo tidak akan berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi akan mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah yang menghubungkan kebutuhan industri pariwisata dengan pelaku usaha lokal secara nyata.
“YIA adalah lokomotif ekonomi Kulon Progo. Tugas Kadin adalah memastikan arus wisatawan dan aktivitas ekonomi yang tumbuh dari bandara dan destinasi pariwisata benar-benar mengalir ke UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal melalui kontrak bisnis yang jelas,” kata dia.
Ia menyebut sektor prioritas yang akan dikembangkan meliputi penyediaan souvenir dan produk oleh-oleh, layanan spa dan wellness berbasis produk herbal lokal, jasa transportasi wisata, pemandu wisata, hingga penyediaan konten dan atraksi budaya.
Untuk menjamin konsistensi kualitas dan kapasitas layanan, Kadin Kulon Progo akan membangun mekanisme agregasi usaha sebagai satu pintu kemitraan bagi pelaku industri pariwisata, sekaligus memastikan standar layanan, distribusi produk, dan kontrol mutu berjalan terintegrasi.
Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah akan diarahkan pada kebijakan dan penganggaran yang fokus pada penguatan titik kritis rantai pasok pariwisata, seperti standardisasi produk dan layanan, fasilitas produksi bersama, pusat logistik oleh-oleh, serta dukungan digitalisasi pemasaran.
Nanang menambahkan, dalam waktu dekat Kadin Kulon Progo akan memfasilitasi pembentukan kontrak bisnis antara UMKM dan pelaku usaha di sektor bandara, hotel, dan destinasi wisata sebagai proyek percontohan integrasi rantai pasok pariwisata daerah.
“Kami tidak ingin menambah jumlah pelatihan. Kami ingin menambah jumlah kontrak. Dalam waktu dekat, kami targetkan kontrak offtake pertama antara UMKM lokal dan pelaku usaha pariwisata bisa segera terwujud,” ujarnya.
Liputan : Anung Marganto



