Sri Sultan: Segera Daftarkan Sawah Saudara Sebagai Lahan Abadi, Rugi Ditanggung Pemerintah

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta petani di Kabupaten Kulon Progo segera mendaftarkan sawahnya sebagai lahan abadi.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta petani di Kabupaten Kulon Progo segera mendaftarkan sawahnya sebagai lahan abadi.

“Agar supaya bila terjadi kerugian ditanggung pemerintah,” ujar Sri Sultan saat panen padi di Kulon Progo, Senin (7/4/2025).

Sultan mengatakan DIY memiliki lahan sawah abadi seluas 32 ribu hektare, yang hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan pangan di Yogyakarta.

“Sejauh ini kita (sudah) punya kontrak 32 ribu hektare. Kalau gagal dan sebagainya, nanti diganti sama pemda, karena itu untuk memenuhi kebutuhan pangan di Yogyakarta,” ujarnya.

Lahan boleh ditanami apapun asal pangan. Tetapi, kontraknya 10 tahun dan bisa diperpanjang, lanjut Sultan dalam acara Panen Raya Padi di Bulak Kedungsari, Kabupaten Kulon Progo.

Sultan mengatakan lahan yang dikontrak tersebut, kalau dijual harus izin dan diganti oleh pemerintah kabupaten.

“Kalau tanah mau dijual, bupati harus mengganti cari tanah dulu, kalau tidak, maka lahan tersebut tidak boleh dijual,” katanya.

Sri Sultan juga mengatakan dari lahan seluas 32 ribu hektare itu mampu menghasilkan produksi di atas 900 ribu ton gabah kering panen (GKP), sedangkan kebutuhan sekitar 700 ribu ton.

“Yang 200 ribu ton bisa untuk transaksi masuk dan keluar. Hanya sayangnya karena kepemilikan tanah itu sempit, jadi kalau belinya itu premium, saya terima kasih,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Temanggung Agus Gondrong Akan Surati Presiden Agar Tembakau, Kentang dan Panili Dapat Subsidi Pupuk

Lebih lanjut, Sultan mengatakan kualitas padi premium harganya jauh lebih tinggi.

“Kan gitu, ya, kalau lebih murah ya menderita. Karena average di Yogyakarta itu luas tanah petani itu hanya 300 meter persegi. Jadi, Bapak 1.500 m2 kan lima kali dari rata rata,” katanya saat berbincang dengan petani.

Petani Kedungsari, Kulon Progo, Sukamto mengatakan dirinya menggarap sawah seluas 1.500 m2.

“Hasil produksi untuk gabah kita terima bersih kisaran 30 karung. Satu karung rata rata 40 kilogram atau sekitar 1,2 ton,” katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bulog dan pemerintah. Menurut dia, Bulog telah membantu petani karena membeli Rp6.500 per kilogram GKP.

“Jadi, sangat membantu untuk petani dan kemudian fasilitas jemput gabahnya. Setiap panen, panggil Bulog langsung datang,” katanya.

Liputan : Reynaldi Dwi/Ant

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *