Jelang Pilbup Kulon Progo 2024 Nama Haji Akhmad Basuki Bikin Publik Penasaran, Ini Sosoknya !

Akhmad Basuki ternyata asli anak desa. Ia lahir dan besar di Dusun Pundak, Kembang, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. (foto/ist)

Cilegon, Proliman News – Menjelang Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2024, ada sosok seorang tokoh yang membuat publik penasaran.

Ia adalah Haji Akhmad Basuki (58). Ia menjadi buah bibir karena tokoh yang satu ini sejak Idul Fitri sebulan lalu tiba-tiba muncul menyeruak ke permukaan dan terus melesat bak meteor jatuh ke bumi.

Akhmad Basuki dikabarkan akan maju di gelaran Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2024, setelah mendapat dorongan dari dua organisasi keagamaan besar, menguatnya dukungan sejumlah tokoh masyarakat dan beberapa partai politik.

Akhmad Basuki tidak menampik kabar itu. Ia menyatakan, ada dorongan dan dukungan untuk maju pada Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2024.

Tetapi semuanya masih berproses. Dimana pangkalnya proses itu semua, menurut Akhmad Basuki, hanya allah yang tahu. Karena semuanya masih cair. Baru pada tahap silaturahmi, saling berkunjung.

Karena politik memang dunia baru bagi Akhmad Basuki.

“Masih tahap penjajagan, taaruf. Belum mengerucut. Prinsipnya jika semua ikhlas, ridho, saya nderek dan siap setiap saat,” katanya ketika ditemui di kantornya di Cilegon, Jawa Barat.

Akhmad Basuki, bapak tiga anak dan pemilik 8 perusahaan enginering kontraktor, perdagangan batubara, dan farmasi ini juga mengaku heran kenapa tiba-tiba namanya menjadi perbincangan masyarakat Kulon Progo.

“Aneh saja. Saya wong ndeso Kulon Progo, asli. Setiap bulan bahkan selalu pulang menikmati Kulon Progo. Saya juga membuat kegiatan wisata di Ono Kaline, Kalibawang, bersama warga setempat. Buat nongkrong, ngopi,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko Mengatakan Dirinya Ber - KTA Partai Gerinda dan Akan Tetap Loyal

Ia mengakui memang namanya semula tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas. Karena memang bukan selebritis. Bukan tokoh pinunjul.

“Saya rakyat biasa. Bukan orang terkenal. Sekarang jadi banyak dibahas orang, jadi kikuk juga ini,” selorohnya.

Padahal sejatinya Akhmad Basuki bukanlah orang baru dan bukan pula orang asing bagi Kulon Progo.

Ia lahir, tumbuh besar dan menghabiskan masa sekolahnya di Kulon Progo, memiliki banyak sahabat dan mitra bisnis di Kulon Progo, bahkan ikut serta sebagai inisiator kepindahan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke Kulon Progo.

Ia juga banyak terlibat dalam urusan keumatan, pengentasan kemiskinan, pelatihan tenaga terampil bagi anak-anak muda di Kulon Progo selama puluhan tahun.

Hanya karena tabiatnya tidak mau menonjol, low profile, tidak suka diekspose, maka berbagai aksi humanisnya selama tidak banyak diketahui publik luas.

“Kenapa seolah saya orang baru ? Karena publik luas tidak pernah liat wajah saya. Hehehe, tidak banyak tampil di media, ya,” katanya berseloroh.

Kenapa begitu ? Karena Akhmad Basuki memiliki prinsip, apa yang ia lakukan selama ini bukan untuk dipertontonkan, melainkan merupakan bagian dari kewajiban sebagai hamba allah, dan sesama manusia.

“Ngapunten, maaf, banyak kegiatan saya di kampung ndak usah diekspose. Saya takutnya merusak niat, berbelok arah, hehe,” ujarnya merendah.

Karena apa yang ia lakukan selama ini baik di dunia pendidikan, keumatan, dan pemberdayaan ekonomi semata-mata untuk netepi wajib berbagi ilmu jika punya, berbagi harta jika ada, berbagai pengalaman jika baik.

BACA JUGA  Wisnu Prastya Ditetapkan Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kulon Progo Periode 2025 - 2030

“Saya ini lahir besar di Pundak, Nanggulan, Kulon Progo. Orang tua saya, kakek nenek saya, orang Kulon Progo, saya tumbuh di Kulon Progo. Ibu saya, Sukartini seorang guru 40 tahun mengabdi di Kulon Progo, terakhir pensiuyn dari SD N Jonggrangan, Pendoworejo, Girimulyo,” katanya.

Dari Sukartini seorang guru SD di pelosok desa Kulon Progo ini, lahir empat orang sarjana dari berbagai perguruan tinggi di DIY Jateng, salah satunya Akhmad Basuki.

“Saya empat bersaudara, alhamdulillah semuanya mengenyam pendidikan tinggi, punya sahabat, teman banyak banget di Kulon Progo. Maka bakti saya untuk Kulon Progo, adalah apa yang bisa saya bagi hari ini apa yang bisa tularkan kepada banyak anak muda di Kulon Progo, semampu saya, sebisanya saya,” ujarnya menandaskan.

Akhmad Basuki membangun perusahaan memang dengan cara yang beda.

Saat berkunjung ke salah satu perusahannya, nampak ia bukan sebagaimana layaknya juragan besar. Ia mengenakan kaos celana jean kesayangannya, asyik berdialog dengan karyawan sejumlah karyawan.

Bahkan terlihat ia ngopi bareng para pekerja disebuah gubug, menikmati kebersamaan yang begitu asyik. Ia senantiasa memberi hormat kepada setiap pekerja, karyawan, yang ia jumpai,

.”Karyawan itu teman berjuang saya. Pekerja itu guru saya, mereka orang – orang yang luar biasa berjasa untuk keluarga saya, termasuk keluarga semua orang di perusahaan kami,” katanya kembali.

BACA JUGA  Bacalon Bupati Kulon Progo Akhmad Basuki Sowan ke Pengurus Daerah Muhammadiyah Kulon Progo Minta Restu

Akhmad Basuki mengaku tidak pernah bersinggungan dengan proyek pemerintah, baik APBD maupun APBN. Karena selama 30 tahun perusahannya bekerja untuk proyek-proyek asing dan swasta.

Sehingga baginya, tidak ada beban sama sekali untuk masuk birokrasi, jika dizinkan melaju di Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2024, nanti. Karena tidak ada dosa negara yang ia panggul.

Suami Arini Isnawangsih ini memang terlihat tampil garang. Namun dibalik wajahnya yang keras, Akhmad Basuki ternyata pribadi yang taat beragama, santun, lembut nan bersahaja.

Untuk mengasah ketajaman batinnya, Akhmad Basuki juga rajin berpuasa.

Ia juga mendirikan sekolah Mutiara Bunda Cilegon, sejak 2014 lalu, Sekolah Training Pengelasan sejak tahun 2010, dan membangun pusat rekreasi Ono Kaline di Kalibawang, Kulon Progo.

Akhmad Basuki, sejak 10 tahun terakhir mengelola sejumlah perusahaan, seperti  PT. Mutiara Samawat Abadi, PT. Kalingga Persada Raya, Cipta Mulia Surabaya dan Hilal Rimba Raya Jati.

Namun itu semua tidak membuatnya harus tampil parlente, apalagi mendongak. Ia tetap pribadi sederhana, kadang nyetir sendiri kemanapun pergi, makan di warung pinggir jalan, atau nongkrong di angkringan.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *