Dua Warga Bantul Tiga Kali Ditembak Saat Melintas di Botokan Lendah Kulon Progo, Ada Apa ?

Dua warga Bantul yakni Nur Wachid Hartarto (32) warga Pandak dan Aditya Primantoro (33) warga Sewon ditembaki orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Lendah RT 8 Botokan Jatirejo Lendah Kulon Progo, Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 00:25.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Dua warga Bantul yakni Nur Wachid Hartarto (32) warga Pandak dan Aditya  Primantoro  (33)  warga Sewon ditembaki orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Lendah RT 8 Botokan Jatirejo Lendah Kulon Progo, Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul  00:25.

Satu tembakan mengenai lengan kiri jaket Aditya sementara satu tembakan lainnya melenceng. Keduanya juga dipepet oleh pelaku.

Mendapat serangan tersebut, Wachid dan Aditya segera meringkus penembak yang diduga dalam pengaruh minuman keras.

Saat itu pelaku melakukan perlawanan dan sempat tiga kali  menembak secara acak.

Menurut saksi  di sekitar lokasi, karena suasana sepi maka suara tembakan terdengar sangat jelas dan membuat warga sekitar berdatangan.

Ada juga warga yang melapor ke Polsek Lendah.

Berdasar hasil pemeriksaan petugas diketahui dua warga Bantul tersebut ternyata anggota Intel Brimob Polda DIY yang berdinas di Mako Brimob Baciro yakni Brigadir Nur Wachid Hartarto dan Bharaka Aditya Primantoro.

Sedangkan pelaku diketahui berinisial KI (35) warga sekitar lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi menyatakan benar kasus tersebut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Kulonprogo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iptu Sarjoko.

Mengenai motifnya  saat ini masih didalami termasuk undang-undang yang akan menjeratnya.

Secara terpisah Brigadir Wachid saat dikonfirmasi mengatakan dirinya melintas di jalan tersebut karena akan ke rumah simbah-nya yang ada di wilayah Jatirejo, Lendah, Kulon Progo.

BACA JUGA  Bupati Kulon Progo Agung Setyawan: Lurah Garongan Ngadiman Segera Diberhentikan dari Jabatannya

“Jadi saya berangkat malam dari Bantul berboncengan dengan rekan saya Adit, tahu-tahu ketika melintasi jalan tersebut saya ditembak dua kali dan dipepet diminta menepi,” katanya.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *