Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah sebutan dinobatkan untuk Jembatan Pandansimo, yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo – Bantul, di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).
Jembatan Pandansimo sejumlah penggiat media sosial menyebutnya sebagai jembatan terunik di Indonesia atau terindah di Jawa.
Tetapi ada juga penggiat media sosial yang menyebut Jembatan Pandansimo sebagai jembatan terpanjang di Yogyakarta, karena memiliki panjang 2,4 kilometer.
Sejumlah penggiat media sosial bahkan ada yang menyebut Jembatan Pandansimo sebagai jembatan paling magis di Indonesia, karena posisinya di hilir Sungai Progo yang semua angker.
Selain itu juga ada yang menyebut sebagai jembatan paling mengkhawatirkan karena berada di 10 kilometer dari posisi sesar megatrust yang sewaktu-waktu bisa menggoyang bumi.
Dan terakhir tidak sedikit juga penggiat media sosial yang menyebut Jembatan Pandansimo sebagai Jembatan Srandakan 3.
Kenapa disebut sebagai Jembatan Srandakan 3, karena terletak di Kecamatan Galur Kulon Progo dan Kecamatan Srandakan Bantul.
Mana sebutan paling benar, merunut asal mula proyek senilai Rp 864 miliar ini, judulnya adalah Proyek Jembatan Pandansimo, bukan yang lain.
Jembatan Pandansimo, disebut sebagai jembatan terpanjang di Yogyakarta dengan panjang sekitar 2,4 kilometer yang membentang di atas Sungai Progo.
Jembatan ini memiliki ciri khas berupa ornamen gunungan dengan motif batik di bagian tengahnya, serta didominasi warna terracotta yang melambangkan warna makam raja-raja di Imogiri.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 DIY, Setiawan Wibowo mengatakan bahwa secara struktur jembatan yang membentang sepanjang 675 meter di atas Sungai Progo tersebut sudah selesai dibangun.
Tinggal menunggu sambungan listrik dari PLN, meski pihanya sudah bersurat sejak beberapa waktu lalu tetapi hingga belum tersambung.
Sedang pekerjaan penyempurnaan seperti instalasi lampu, penyempurnaan pengecatan, lanscape tanaman, hingga pemasangan sistem penyiraman otomatis terus dilakukan.
Menurut Setiawan, elemen-elemen ornamen seperti gunungan pada bagian atas jembatan selter dan lampu PJU telah terpasang semua.
Meski demikian, belum bisa memastikan kapan jadwal peresmian jembatan yang menelan anggaran Rp863,72 miliar itu. Karena masih menunggu instruksi lebih lanjut.
Agendanya, setelah diresmikan jembatan ini akan dilakukan uji coba, dengan buka tutup atau separo buka separo tutup. Setelah diresmikan, maka baru tahu apa nama jembatan ini.
Liputan : Suyono Sugondo



