Gunung Merapi Semburkan 9 Kali Lava Pijar Mengarah ke Sungai Krasak dengan Jarak Luncur 2 Kilometer

Gunung Merapi di Sleman DIY menyemburkan lava pijar sebanyak 9 kali ke arah Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km, Minggu (21/9/2025).(foto/ist)

Magelang, Proliman News – Gunung Merapi di Sleman DIY menyemburkan lava pijar sebanyak 9 kali ke arah Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km, Minggu (21/9/2025).

Dikutip dari laman magma.bpptkg, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah – DIY ini juga mengalami 28 kali gempa guguran serta ada 9 kali gempa vulkanik dangkal.

Sebelumnya, jumlah gempa vulkanik dangkal di Gunung Merapi ada 1 kali, artinya ada peningkatan.

Sampai saat ini Gunung Merapi masih berstatus siaga level III.

Data sebelumnya, tercatat Gunung Merapi kembali mengalami erupsi yang memicu 21 kali gempa vulkanik pada Kamis (18/9/2025).

Aktivitas vulkanik tersebut terpantau cukup intens sejak dini hari hingga pagi hari.

Berdasarkan laporan resmi, erupsi Gunung Merapi berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Selama periode tersebut, tercatat 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-26 mm dan durasi antara 43,7 hingga 171,41 detik.

Aktivitas ini menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam gunung masih terus terjadi.

 “Gunung Merapi mengalami 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-20 mm. S-P tidak teramati dan lama gempa 11,65-47,77 detik,” kata Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Merapi, Alzwar Nurmanaji dalam siaran pers tertulis.

PGA Merapi menyebut, potensi ancaman saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi alur Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

BACA JUGA  Suhu Kota Pati Memanas Jelang Aksi Besar Tolak Kenaikan PBB-P2 Siang Tadi Ricuh Satpol PP Garuk Bantuan Masyarakat

Selain itu, ancaman serupa juga ada di sektor tenggara, mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km dari puncak gunung.

Sementara itu, material vulkanik yang terlontar dari letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujarnya.

Petugas mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di zona rawan bencana.

Selain itu, abu vulkanik dari erupsi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tambah Alzwar.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas vulkanik Merapi masih dalam pemantauan intensif.

Pihak berwenang menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal utama untuk meminimalkan risiko bencana.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *