Kulon Progo, Proliman News – Keluarnya surat tugas dari DPP PDIP No. 3106/ST/DPP/VII/2024 per tanggal 23 Juli 2024 kepada Novida Kartika Hadhi dan Yusron Martofa membuat kaget publik.
Publik pun bertanya-tanya, jangan-jangan surat tugas sejenis juga diberikan oleh DPP PDIP kepada semua bacabup maupun bacawabup lain yang mendaftar melalui partai tersebut.
Namun rasa penasaran publik akhirnya terjawab ketika Novida Kartika Hadhi memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai hal itu.
“Surat tugas hanya satu pak,” terangnya ketika dihubungi kemarin, Minggu (28/7/2024) melalui saluran telepon
Hal ini menegaskan bahwa surat tugas dari DPP PDIP memang hanya diberikan kepada pasangan Novida Kartika Hadhi dan Yusron Martofa.
Sehingga sejak 23 Juli 2024 DPP PDIP punya tugas untuk melakukan konsolidasi sampai tingkat bawah dan menyiapkan koalisi partai pendukung untuk menambah persyaratan di KPU.
Terkait masalah membangun koalisi ini Novida Kartika Hadhi juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya sedang dalam proses berkomunikasi dengan partai-partai yang ada di Kulon Progo.
“Saat ini kami sedang melakukan proses untuk berkomunikasi dengan partai-partai,” ujarnya
Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa surat tugas ini merupakan bentuk penugasan kepadanya untuk bisa menjalankan semua poin yang tercantum didalamnya.
Jika mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh DPP PDIP maka rekomendasi akan didapatkannya.
“Surat tugas ini merupakan surat yang mengarah rekomendasi dengan tugas tertentu (penetapan sebagai Paslon Cabup-Cawabup,red),” paparnya.
Kenapa rasa penasaran ini begitu penting ditanyakan, karena sebelum Novida Kartika Hadhi- Yusron Martofa mendapat surat tugas, beredar kencang bahwa mantan bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo bakal kembali bertarung di Pilkada Kulon Progo 2024.
Saat rumors itu beredar kencang Novida Kartika Hadhi juga memberi jawaban pertanyaan kami dengan diplomatis.
“Iya benar, beliau juga berhak maju, karena beliau juga kader PDIP,” ujarnya.
Mungkinkah surat tugas jatuh ke tangan Novida Kartika Hadhi – Yusron Martofa tetapi rekomendasi DPP PDIP jatuh ke tangan Hasto Wardoyo ?
Alur surat tugas tentu tidak demikian. Seperti ditegaskan Novida Kartika Hadhi, saat diwawancara kemarin.
“Surat tugas ini merupakan surat yang mengarah rekomendasi dengan tugas tertentu (penetapan sebagai Paslon Cabup-Cawabup,red),” paparnya.
Liputan : Hari Sutanto



