Warga Aceh Menulis: Jangan Anggap Kibaran Bendera Bintang Bulan Adalah Ancaman, Ini Tanda Cinta !

Pada tanggal 4 Desember ini kita diundang oleh sejarah untuk menegaskan satu hal yang sederhana, namun bermakna kita berhak mengibarkan bendera bintang bulan di seluruh tanah Aceh. (foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Beredar tulisan warga Aceh yang sungguh menarik dari tata bahasanya, di media sosial.

Mereka berbicara tentang kenapa bendera Bintang Bulan berkibar pada tanggal 4 Desember, lalu kenapa bendera ini masih diyakini sebagai lambing perjuaangan.

Berikut tulisan yang dibaca puluhan ribu orang di media sosial tersebut :

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudaraku sekalian, bangsa Aceh yang sangat saya muliakan.

Setiap hela nafas ini ada sejarah tentang keberanian dan ketangguhan bangsa kita, tentang harga diri yang tidak bisa dijual.

Pada tanggal 4 Desember ini kita diundang oleh sejarah untuk menegaskan satu hal yang sederhana, namun bermakna kita berhak mengibarkan bendera bintang bulan di seluruh tanah Aceh.

Karena itu adalah simbol identitas kita, simbol kehormatan dan simbol negara Aceh. Mengibarkan bendera bintang bulan bukanlah tindakan memanggil perang. Mengibarkan bendera kita adalah pernyataan hati bahwa kita masih ada dan berdaulat.

Kita bangsa Aceh ingin dihormati seperti nenek-nenek moyang kita. Ketika bendera Aceh berkibar, itu bukanlah provokasi melainkan doa.

Itu adalah ingatan. Itu adalah lambang perjuangan kemerdekaan bangsa kita, bangsa Aceh.

Saya berbicara kepada seluruh bangsa Aceh, jangan takut, jangan tunduk. pada ketakutan yang ingin meredupkan suara kita.

Bila kita turun ke lapangan, kibarkan bendera kita dengan pasti. Semangat perjuangan, dan langkah damai.

Biarkan setiap kibaran menjadi cermin bahwa kita memilih jalur ketenangan bukan kekerasan. Kepada penguasa-penguasa Indonesia di Aceh, saya ingin berbicara dengan penuh hormat.

BACA JUGA  Di Musran PAN Kalibawang - Samigaluh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Dukung Ide Rembangunan Rumah Sakit

Jangan kalian melihat bendera bintang bulan sebagai ancaman. Lihatlah ia sebagai suara hati rakyat yang ingin yang ingin diakui keberadaannya.

Jangan tangkap, jangan sakiti, dan jangan menumpahkan air mata di tanah yang sudah cukup basah oleh darah, oleh penderitaan dan duka.

Tunjukkan bahwa Indonesia benar-benar menjunjungi tinggi demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Izinkan kami bangsa Aceh merayakan 4 Desember dengan penuh damai. dengan penuh penghargaan terhadap hak-hak kami untuk merdeka.

Karena kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Seperti yang kalian sebut-sebutkan dalam Undang-Undang Dasar kalian.

Dan ketika bendera bintang bulan berkibar di langit Aceh, biarlah dunia tahu bukan sekedar berkibar tanda perlawanan, tetapi tanda cinta.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *