Kulon Progo, Proliman News – Sebanyak 73.000 warga miskin di Kulon Progo harus segera dientaskan secepatnya.
“Itu prioritas yang akan kami tangani jika diberi amanah untuk mempinpin Kulon Progo, “ ujar Agung Setyawan, Calon Bupati Kulon Progo 2024-2029 Nomor Urut 1, ditemui di kediamannya, Rabu (25/9/2029) siang.
Langkah pertamanya yakni dengan menggenjot pendapatan per kapita warga miskin yang kini hanya Rp 460.000 per bulan menjadi sedikitnya Rp1.000.000 per bulan.
“Apa bisa ? Jawabannya, insyaallah, bisa ! Karena kita memiliki banyak modal dasar sangat potensial untuk menggenjot perpadatan perkapita warga miskin. Termasuk mendorong perekonomian warga Kulon Progo pada umunya,” tegasnya.
Ia memaparkan, upaya menghapus kemiskinan akan mulai digenjot sejak tahun pertama kepemimpinannya.
Ia juga mengatakan, dibawah kepemimpinan Agung Setyawan – Ambar Purwoko ada empat stresing program, yakni peningkatan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Karena predikat Kulon Progo sebagai daerah termiskin di DIY menurutnya bukan saja memprihatinkan, tetapi sungguh menyayat hati.
“ Kita optimis persoalan ini akan teratasi. Karena Kulon Progo sejatinya, punya modal besar, berupa potensi ekonomis dan memiliki sejumlah kawasan yang bisa dikembangkan sebagai titik tumbuh perekonimian,” katanya.
Salah satu aset ekonomis yang akan segera digarap untuk mendongkrak perekonomian adalah banyaknya destinasi wisata.
Ia menyebut, industri pariwisata akan menjadi mortir pertama yang akan diledakkan untuk membangun perekonomian Kulon Progo.
“Kita ini memiliki 11 destinasi berkelas nasional, dan sedikitnya 42 destinasi wisata unggulan lho. Kita optimis dengan membangun infrastruktur jalan yang representatif, saling terkoneksi antara satu titik ke titik lain di wilayah ini, maka industri wisata akan akan tumbuh. Otomatis perekonomian juga menggeliat, bergerak naik,” paparnya.
Konsep pembangunan infrastruktur akses jalan iris tempe, diyakininya akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisata. Dibarengi dengan penataan destinasi wisata berkelas internasional akan menarik masuknya semua komponen ekonomi.
Konsep pembangunan infratsruktur jalan iris tempe ini maka seluruh destinasi wisata akan terjangkau dengan mudah oleh berbagai kendaraan besar, angkutan wisata, travel bus dan sejenisnya.
Dengan konsep pembangunan jalur interconection (saling terhubung,red) ini juga akan menyambungkan Kabupaten Purworejo – Kulon Progo – Bantul, Sleman dan Magelang dengan cepat dan mudah.
“Konsep ini sekaligus akan memebedah isolasi banyak kawasan di Kulon Progo dan memacu lalu lintas perekonomian antar wilayah. Dengan demikian maka pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata optimis meningkat empat kalilipat di tahun-tahun awal kepemimpinan kami,” ujarnya.
Kalau sektor wisata saja bisa naik berlipat empat kalilipat per tahun maka ini akan menjadi indikator melonjaknya perekonomian.
Dan dengan melonjaknya perekonomian, kita akan mengarahkan pada berbagai program peningkatan per kapita untuk 73.000 warga miskin agar naik dari Rp 460.000 per bulan menjadi minimal Rp 1.000.000 juta per bulan.
Berikutnya, Agung – Ambar juga membuat skema untuk menggairahkan sektor perekonomian dengan terbangunnya empat kota baru di Kulon Progo.
Pertama, memulai geliat ekonomi dari pelabuhan Tanjung Adi Karto, yang nantinya akan diminta menjadi sentra perdagangan ikan laut terbesar di DIY.
“Kami akan matur Ngarso Dalem Gubernur DIY, kita ingin kelola pelabuhan itu sebagai pusat perdagangan ikan laut, hasil tangkapan nelayan, terbesar di DIY,” katanya.
Sehingga dengan konsep itu akan mendorong aktivitas perekonomian wilayah selatan dan aktifnya kembali nelayan disepanjang pantai selatan.
Kedua, kita juga memiliki Gedung Samudra Raksa sebagai pintu gerbang perekonomian sisi utara.
Dengan membangun area tersebut sebagai kawasan ekowisata dan etalase perdagangan moder sisi utara, maka kawasan tersebut akan menjadi titik tumbuh ekonomi melalui industri wisata dan craft.
“Ini tentu akan memberi sumbangan besar pada pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Ketiga, di pintu barat, dan timur tepatnya di perbatasan Kulon Progo – Purworejo dan keempat perbatasan Kulon Progo – Bantul, akan kita bangun etalase besar pusat perdagangan modern, sebagai pintu gerbang perekonomian sekaligus sebagai kota baru yang lebih gemerlap dan produktif, jelasnya.
Tentu masih banyak sektor lain yang akan segera kami garap seluruhnya demi pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kimiskinan secara tajam.
Liputan : Bagus Aryo Wicaksono



