Kulon Progo, Proliman News – Kulon Progo Utara memiliki potensi untuk didirikan kampus perguruan tinggi yang bersifat spesifik, aplikatif berbasis sumber daya alam.
Demikian Dr Aditya Hera Nurmoko, Pengamat Ekonomi dan Pendidikan, STIE Yogyakarta, ketika hubungi Selasa (14/10/2025) .
“Sesuai kondisi geografis Kulon Progo Utara yang berbukit dan memiliki potensi alam yang kaya di sepanjang Pegunungan Menoreh,” ujarnya.
Maka Perguruan Tinggi yang paling cocok tentu yang bersifat spesifik, aplikatif, dan berbasis sumber daya alam serta budaya lokal.
Seperti vokasi dan politeknik, kampus lapangan (field campus) atau penelitian. Perguruan Tinggi dengan orientasi konservasi dan komunitas.
“Ini merupakan potensi sekaligus tantangan untuk pendirian kampus, sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang memang untuk menentukan lokasi, spesifikasi dan fokus keilmuannya,” tambahnya.
Jika belum ada investor kampus yang masuk untuk mendirikan kampus di Kulon Progo Utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus proaktif mengubah kondisi geografis yang menantang menjadi peluang keunggulan kompetitif (niche) melalui insentif, fasilitas, dan kemitraan strategis.
Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan Pemkab Kulon Progo:
1. Menyediakan Insentif dan Afirmasi Khusus. Pemkab harus menawarkan paket insentif yang menarik agar biaya investasi awal di daerah perbukitan yang mahal dapat diimbangi.
Terutama insentif lahan dan perizinan. Lalu hibah lahan/penyediaan aset, menyediakan tanah milik Pemkab secara gratis atau dengan sewa sangat murah (hak guna pakai) dalam jangka panjang, khususnya untuk kampus yang menawarkan program studi sesuai potensi daerah (Vokasi Pertanian, Ekowisata).
Kemudahan perizinan (Fast Track), memberikan jalur cepat dan prioritas dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan rekomendasi pendirian kampus.
Penataan Ruang (RDTR), menyelesaikan dan menetapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Pendidikan secara jelas, sehingga investor memiliki kepastian hukum dan lokasi yang terjamin.
Insentif fiskal, berupa keringanan/pembebasan Pajak Daerah: Memberikan keringanan atau pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan retribusi daerah lainnya dalam beberapa tahun pertama operasional.
Pembangunan infrastruktur penunjang, karena kondisi geografis pegunungan memerlukan investasi infrastruktur yang difokuskan pada aksesibilitas dan utilitas dasar.
Aksesibilitas prioritas, yakni meningkatkan dan memperlebar akses jalan menuju calon lokasi kampus.
Menyediakan transportasi publik/bus sekolah dari dan menuju lokasi kampus, menghubungkannya dengan pusat kota (Wates) atau terminal/bandara YIA.
Infrastruktur dasar: Menjamin ketersediaan listrik, air bersih, dan jaringan internet (fiber optik) berkecepatan tinggi, karena ini adalah kebutuhan vital operasional kampus modern.
Kemitraan strategis berbasis keunggulan (Niche). Pemkab perlu mencari target mitra spesifik, bukan sekadar kampus biasa.
Menggandeng Lembaga Layanan DIKTI dan Kampus Eksisting: Bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY untuk mempromosikan potensi Kulon Progo Utara kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ingin melakukan ekspansi (PSDKU), mendirikan Kampus Lapangan, atau melakukan penyatuan/penggabungan yang memerlukan lokasi baru.
Mengundang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) besar (seperti UGM atau UNY) untuk mendirikan Pusat Riset/Pendidikan Vokasi spesifik di Kulon Progo Utara, fokus pada Geopark, konservasi, atau agroindustri.
Mendefinisikan Fokus Keilmuan: Membuat proposal investasi yang menjual konsep “Kampus Konservasi dan Ekowisata Pegunungan Menoreh” atau “Politeknik Pertanian Berkelanjutan”.
Ini akan menarik kampus yang memiliki visi sejalan dengan potensi alam Kulon Progo Utara.
Program Afirmasi Mahasiswa, yakni penyediaan calon mahasiswa lokal akan menjadi daya tarik bagi investor kampus.
Beasiswa Afirmasi Daerah: Menyediakan Beasiswa Afirmasi dari APBD bagi lulusan SMA/SMK Kulon Progo, terutama dari wilayah utara, dengan syarat mereka kuliah di kampus yang didirikan di daerah tersebut. Ini menjamin ketersediaan calon mahasiswa bagi investor kampus baru.
Kerja Sama Penempatan Lulusan: Menjamin adanya kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di Kulon Progo (misalnya, bandara YIA atau industri agro) untuk memprioritaskan lulusan dari kampus tersebut.
Liputan : Suyono Sugondo



