Agung Setyawan Cocok dengan Jargon Kulon Progo Digdoyo di Kepemimpinannya Mendatang

Untuk mengikis kemiskinan langkah terbaik tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dibarengi kebijakan pemerintah yang lebih progresif.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Calon Bupati Kulon Progo 2024-2029 Nomor Urut 1, Agung Setyawan, mengaku cocok dengan jargon Kulon Progo Digdoyo, untuk pemerintahannya ke depan.

“Cocok, saya sepakat dengan jargon ini. Ke depan, jika kita diberi amanah untuk memimpin Kulon Progo memang butuh landasan arah berpikir dan bekerja. Arahnya ya Digdoyo,” katanya.

Maka jargon Kulon Progo Digdoyo nampaknya sangat mengena dan mudah untuk diresapkan dalam setiap sanubari masyarakat.

“Mengena banget, cepat meresap di sabubari, ungkapan dengan satu filosofi yang mendalam. Wong ndeso yang dituntut berfikir kutho, wong ndeso tetapi berpikiran maju, menatap dunia, ” tambahnya.

Jargon Kulon Progo Digdoyo juga bisa dimaknai sebagai Kulon Progo kuat, hebat dan mumpuni.

“Untuk mencapai tataran digdoyo tentu membutuhkan kerja keras, agar anak-anak generasi penerus kita punya pendidikan yang baik, berpikiran maju, canggih, “ tambahnya.

Maka disektor apapun pilihan kerjanya, mentalitas digdoyo akan muncul sebagai jati diri masyarakat Kulon Progo. Yakni kuat, pekerja keras, tahan banting, dan memiliki kerangka berfikir yang maju.

Akan lebih sempurna lagi jika kemudian dilandasi budi pekerti yang baik, menjaga aklaq dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

“Maka akan sangat sempurna. Sebagaimana masyarakat Jepang, maju, canggih tetapi juga menjunjung tinggi budaya toleransi, kesantunan, jujur, perilaku bersih, dan sebagainya,” tambahnya.

BACA JUGA  Aktivitas Vulkanik Merapi: Luncurkan Guguran Lava Pijar 1,4 Km ke Sungai Krasak

Dengan jargon Kulon Progo Digdoyo berarti masyarakat Kulon Progo bersepakat untuk tidak lemah, gampang putus asa atau gampang merengek dan tentu akan menjadi masyarakat beretos kerja keras.

“Jargon itu menuntut kita semua, masyarakat Kulon Progo  semua tingkatan siap menghadapi berbagai tuntutan kemajuan. Karena memang itu tantangan kita di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Jika masyarakat sudah terbiasa tidak lembek atau tidak gampang merengek maka masyarakat kita akan memiliki jati diri.

“Yakni masyarakat yang kuat secara pemikiran dan kuat secara ekonomi,” paparnya.

Karena Digdoyo juga harus mencerminkan masyarakat yang berdaya, punya (berpunya) atau ada (berada) serta memiliki kemampuan.

Yakni kemampuan, memenuhi kebutuhan hidupnya dan mampu mengatasi persoalan hidup sehari-harinya.

“Terimaksih, atas munculnya jargon Kulon Progo Digdoyo, itu maknanya cukup dalam. Digdoyo berarti harus hebat sumberdaya orangnya, harus kuat ekonominya, dan harus maju pola pikir masyarakatnya,” ujarnya kepada pers Selasa ( 8/10/2024).

Jargon Kulon Progo Digdoyo diharapkan semakin menyempurkan gagasan besar Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo sebelumnya.

Seperti Jargon Tirto Margo Saras yang digagas Almarhum H. Toyo Santoso Dipo, yang mengedepankan pembangunan dan tata kelola air, jalan dan kesehatan.

Kemudian ada Bela Beli Kulon Progo yang digagas oleh Dr. Hasto Wardoyo.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *