Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah pihak angkat bicara terkait kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya Aisk, di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji Kulon progo.
Gadis cilik usia 6 tahun itu meninggal karena tertimpa kentongan di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji yang berada di Jalan Raya Kaligesing No.17, Tileng, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, Minggu (19/10/2025) pukul 15.38 WIB.
Pengamat Pariwisata Kulon Progo, Agus Sujarwo, mengatakan peristiwa ini bisa menghancurkan usaha pariwiata dan kuliner di Kulon Progo, jika tidak ditangani secepatnya.
Ia mendesak Pemda Kulon Progo melakukan verifikasi semua pelaku wisata dan rumah makan yang memasang properti dan alat permainan anak.
Ia juga meminta ada standarisasi untuk semua property dan alat permainan anak yang digunakan untuk menarik pengunjung atau wisatawan di semua tempat.
Agus Sujarwo menyatakan, semua peralatan yang dugunakan oleh pengusaha wisata dan kuliner harus dicek ulang kelayakannya.
“Ayunan, cek apakah layak atau tiudak. Aman atau tidak. Lalu wisata seperti Ayunan Langit Girimulyo itu benar-benar harus memenuhi standar keamanan. Kemudian semua kendaraan yang ada di sewakan untuk wisatawan itu juga harus benar-benar memenuhi standar, ini ada di Kalibiru dan Kebun Teh,” ujarnya.
Maka, ia meminta Pemda Kulon Progo menetapkan standarisasi, kuat tidak kuat, aman tidak aman, dan usia keekonomisannya juga harus dihitung betul.
“Agar peristiwa seperti di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji tidak terulang,” katanya.
Kalau Pemda Kulon Progo tidak melakukannya tentu resikonya investasi pariwisata dan kuliner di Kulon Progo akan hancur.
Karena media massa dan media social pasti akan terus menghajar peristiwa tragis ini terus menerus.
“Saya melihat Pemda Kulon Progo juga mengabaikan komunikasi humanis untuk mengamankan wilayah ini dari serangan warganet,” katanya.
Pertama, kenapa sesaat setelah peristiwa ini tidak ada satupun pejabat di Kulon Progo yang membuat siaran langsung permohonan maaf atas terjadinya peristiwa ini mengucapkan bela sungkawa.
Kedua, kenapa tidak ada penjelasan pertanggungjawaban pemerintah atas peristiwa ini serta memberikan statemen bahwa pihak pemerintah akan melakukan perbaikan.
“Tentu perbaikan pembinaannya kepada semua pelaku wisata dan kuliner, lalu membuat pernyataan akan dilakukannya standarisasi semua perangkat dan prp[erti wisata. Kan bagus, kalau itu dilakukan semalam atau sesegera mungkin,” lanjutnya.
Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono, meminta maaf karena baru tahu pagi ini Senin (20/10/2025) bahwa ada peristiwa tragis di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji.
Ia mengatakan pihaknya segera meminta keterangan instansi terkait pariwisata dan perekonomian dan mengambil langkah-langkah agar masalah ini tidak sampai menjadi kampanye buruk kuliner dan pariwisata Kulon Progo.
“Waduh, ada peristiwa tragis ya. Maaf baru tahu. Coba kita bahas bersama agar dengan peristiwa ini tidak membawa dampak pada susurtnya usaha kuliner di Kulon Progo,” katanya.
Sementara Kasatpol PP Kulon Progo Budi Hartono ketika dihubungi mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan instansi dan lembaga terkait masalah ini.
“Noted, terimaksih, kami koordinasikan,” katanya melalui pesan singkat WA, pagi tadi.
Apakag dengan peristiwa ini Rumah Makan Kopi Ingkar Janji ditutup ? Atau ada proses hukum lebih lanjut ?
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko ketika dihubungi terkait masalah ini hanya memberi keterangan pendek.
“Saya belum monitor,” ujarnya melalui pesan singkat Senin (20/10/2025).
Liputan : Suyono Sugondo



