Kulon Progo, Proliman News –Ketua Umum Persatuan Driver Kulon Progo (PADIKU), Sidik Pramono menyatakan prihatin atas terjadinya kecelakaan kejatuhan kentongan di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji, Minggu (19/1-/2025) hingga menyebabkan Aisk (6) meninggal.
“Kami atas nama persatuan driver Kulon Progo menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya ananda Aisk. Kami atas nama bagian dari pelaku wisata Kulon Progo mohon maaf atas ketidaknyamanan wisatawan dan kami akan berusaha mendorong perbaikan pengamanan, standarisasi, semua perlengkapan wisata di Kulon Progo,” ujarnya Senin (20/1-/2025).
Di sisi lain Sidik Pramono mendesak Pemda Kulon Progo melakukan verifikasi kepada semua pelaku wisata dan kuliner yang memiliki peralatan, property, mainan dan alat dukung wisata lain.
Karena menurutnya kejatuhan kentongan yang menimpa Aisk (6) di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji Girimulyo tentu bukan karena kesembronoan wisatawan tetapi karena property yang ada tidak memiliki pengamanan yang baik dan maksimal.
Wisatawan adalah raja yang berhak menikmati semua jenis property dan perlengkapan wisata lain yang disediakan di caffe, rumah makan, dan tempat-tempat wisata lainnya.
Maka dalam insiden ini kesalahan utamanya tetaplah pemilik Warung Makan Kopi Ingkar Janji karena tidak membuat propertinya aman dari jangkauan wisatawan baik anak-anbak maupun orang dewasa.
“Kami mengingatkan, jika teman-teman pelaku wisata di wilayah ini mau maju tentu pertama utamakan keamanan, sempurnakan pengamanan alat apapun, dan membuat wisatawan nyaman,” katanya.
Selain pemilik Rumah Makan Kopi Ingkar Janji kesalahan berikutnya adalah Dinas Pariwisata serta Pemda Kulon Progo yang lali melakukan pembinaan terhadap semua pelaku wisata dan kuliner di Kulon Progo.
“Logikanya sederhana, jika kentongan sebesar itu diayun-ayun oleh ananda Aisk (6) tahun dan roboh tentu ini karena pemasangan properti itu tidak sempurna, tidak kuat sehingga tidak aman. Maka yang seperti-seperti ini harus segera dibenahi, Pemda Kulon Progo dan Dinas Pariwisata harus meminta maaf kepada keluarga korban dan khalayak umum,” tegasnya.
Ia kawatir jika hubungan atau komunikasi ini tidak berjalan baik peristiwa ini akan menghancurkan industry pariwisata dan kuliner di Kulon Progo.
Liputan : Suyono Sugondo



