Areal Konservasi Penyu di Pantai Trisik Kulon Progo Hancur Diterjang Gelombang Besar

Areal konservasi penyu seluas hampir setengah hektar di kawasan wisata Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, hancur diterjang gelombang besar selama dua hari ini.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Areal konservasi penyu seluas hampir setengah hektar di kawasan wisata Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, hancur diterjang gelombang besar selama dua hari ini.

Gelombang setinggi empat hingga lima meter tersebut selain menggerus bibir pantai juga merobohkan pepohonan dan menghanyutkan areal sarang telur penyu.

Bahkan bangunan tempat penetasan telur penyu yang selama ini dikelola kelompok pelesdtari penyu Pantai Trisik amblas tak berbekas.

Tinggal bangunan kolam induk, tempat menampung induk penyu yang selama ini dijadikan laboratorium konservasi dan penelitian yang tersisa.

Namun bangunan seluas 20 meter tersebut juga mulai tergerus abrasi gelombang laut, sehingga dipastikan tidak lama lagi kolam indukan tersebut akan lenyap menyusul bangunan lain.

“Betul, bangunannya bahkan sudah terdampak. Bak (kolam) penetasan sudah ambrol, tinggal kolam induk yang masih utuh, tetapi sudah mulai tergerus dan tinggal menunggu waktu, “ ujar Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik, Edi Yulianto, Sabtu (19/101/2024).

Selain kolam induk, bangunan lain yang kini nyaris ambrol yakni kolam pemeliharaan seluas seluas 12 meter persegi. Kolam ini merupakan bagian penting dari seluruh proses konservasi pelestarian penyu.

Karena di kolam inilah anak penyu yang baru saja menetas untuk pertama kali diperkenalkan dengan habitat aslinya yakni air asin selama beberapa hari sebelum akhirnya dilepasliarkan di laut.

BACA JUGA  DPRD Kulon Progo Minta Pemkab Serius Kelola Aset Wisata: Giri Sembung dan Kios Glagah Jangan Sampai Mangkrak

Areal tersebut kini dipagar bambu oleh warga agar tidak dikunjungi wisatawan karena gelombang besar masih terus berlangsung dan banyak sejumlah bangunan yang tersisa rawan ambrol.

Edy Yulianto mengatakan, kondisi seperti ini sudah kami prediksikan jauh-jauh sebelumnya.

Bahkan pihaknya sudah mengusulkan kepada dinas terkait agar kawasan konservasi dipindahkan mendekati perkampungan warga.

“Karena kami sudah mikir, dengan trend gelombang laut yang terus besar seperti ini pasti kawasan ini bakal terdampak. Maka kami usulkan direlokasi ke dekat pendopo, tetapi dinas menghendaki di dekat TPI baru,” katanya.

Akibat ambrolnya areal konservasi penyu ini, maka salah satu daya tarik wisata di Pantai Trisik hilang dimakan gelombang besar dua hari ini.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *