Banjir Besar Melanda 14 Titik di Temanggung Jateng BPBD Setempat Tidak Pernah Mengira Peristiwa Ini Terjadi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, sebanyak 14 titik banjir dilaporkan menimpa sejumlah ruas jalan serta beberapa pemukiman wargar Rabu (26/3/2025) malam. (foto/ist)

Temanggung, Proliman News – Sebanyak 14 lokasi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diterjang banjir setelah hujan dengan intensitas lebat dalam satu malam.

Ada satu keluarga terdampak banjir yang mengungsi karena rumahnya terendam air lebih kurang 1 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, sebanyak 14 titik banjir dilaporkan menimpa sejumlah ruas jalan serta beberapa pemukiman wargar Rabu (26/3/2025) malam.

“Yang paling parah di Kelurahan Jurang. Satu keluarga mengungsi karena tembok belakang rumahnya jebol kena limpasan air,” ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/3/2025).

Menurut Totok, limpasan air tersebut disebabkan oleh selokan yang tak mampu menampung debit air yang sangat deras.

Banjir di Kelurahan Jurang, dengan lokasi yang topografinya menurun, juga membuat dua mobil terjebak di ruas jalan.

Tim penyelamat lantas mengevakuasi sopir dan penumpang dari kendaraan mereka.

Selain di Kelurahan Jurang, banjir menggenangi lima rumah di Perumahan Gemoh Asri.

“Ada jembatan kecil di situ roboh, kena dampak banjir,” ujarnya.

Banjir turut melanda ruas-ruas jalan di Kabupaten Temanggung. Misalnya, ruas jalan di seputaran Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Temanggung yang aliran airnya begitu deras.

Totok menyatakan bahwa banjir di belasan lokasi dalam satu malam tidak pernah diprediksi oleh BPBD Temanggung.

Apalagi, sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak hujan ekstrem terjadi pada Februari 2025. “BMKG memprediksi curah hujan ekstrem hingga akhir Maret,” katanya.

BACA JUGA  Hari Ini Pencarian Korban Runtuhnya Pospes Al Khoziny Dihentikan Jumlah Korban Meninggal 54 Orang

Dia mengimbau agar masyarakat senantiasa memantau perkiraan cuaca saat hendak bepergian serta tidak berteduh di bawah pohon atau reklame ketika hujan lebat.

“Apabila terjadi banjir, dan tidak memungkinkan, jangan diterjang dengan kendaraan agar tidak macet,” katanya.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *