Kulon Progo, Proliman News – Peredaran beras premium oplosan tergolong sepi di Kabupaten Kulon Progo, ujar Kepala Bidang Usaha, Dinas Perdagangan Kulon Progo, Endang Zulywanti, Rabu (16/7/2025).
Meski demikian petugas tetap melakukan pemantauan lapangan, khususnya di berbagai warung dan swalayan. Ada beberapa jenis beras premium di swalayan.
Sedang beras premiun seperti yang banyak dibicarakan di media tidak ada di pasar-pasar tradisional.
“Untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo sendiri tidak tergolong dalam wilayah ramai dibicarakan soal beras oplosan,” ujarnya.
Dia menyebutkan ada beberapa nama atau merek yang dipantau, tetapi hanya untuk memastikan apakah ada atau tidak jenis ini dipasaran Kulon Progo.
“Seperti yang ramai dibicarakan ini ada beberapa merek seperti, sania, sofia, sawah hijau, sawah panen dan ada berbagai macam yang beredar di masyarakat,” ujarnya
Namun Dinas Perdagangan Kulon Progo juga tetap melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional, karena masalah ini menyangkut kegiatan para pedagang yang ada di pasar tradisional.
“Kita juga mencoba operasi di wilayah 6 pasar tradisionional Pasar Wates, Bendungan, Temon, Galur, Nanggulan dan Sentolo, tidak ada merek beras tersebut di pasar tradisional, “ katanya.
Sedang di beberapa swalayan di Kulon Progo beberapa merek beras tersebut ada masuk.
Selanjutnya dikatakan, bahwa ada sekitar 15 swalayan yang dipantau. Hanya sampai sejauh ini data dari para petugas di lapangan belum masuk.
Beras oploan ini semakin ramai dibicarakan setelah Kementerian Pertanian (Kementan) dan juga Satgas Pangan Polri yang menemukan praktek pengoplosan beras.
Dalam operasi atau investigasi yang dilakukan pada periode 6 Juni 2025 hingga 25 Juni 2025 mencakup 268 sampel beras dari 212 yang di 10 provinsi.
Berdasarkan standar mutu beras yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020, beras premium berkadar air maksimal 14 persen, butir kepala minimal 85 persen, dan butir patah maksimal 14,5 persen.
Sedangkan beras medium berkadar air maksimal 14 persen, butir kepala minimal 80 persen, dan butir patah maksimal 22 persen.
Liputan : Hari Sutanto



