Endang Zulywanti: Pemerikasaan Terhadap Beras Premium di Berbagai Swalayan Bukan Wewenang Kami

Untuk pasar tradisional, belum ditemukan pedagang yang menjual beras premium bermerek seperti itu.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Dinas Perdagangan Kulon Progo terus melakukan pemantauan keberadaan beras Premium di Toko modern.

Pemantauan dilakukan setelah merebaknya beras premium oplosan secara nasional. Seperti beras merek sania, sofia, sawah hijau, sawah panen dan ada berbagai merek lain.

Kepala Bidang Usaha, Dinas Perdagangan Kulon Progo, Endang Zulywanti menjelaskan, di Kulon Progo, beras premium lebih banyak beredar di toko modern.

Untuk pasar tradisional, belum ditemukan pedagang yang menjual beras premium bermerek seperti itu.

Sebagai antisipasi, Dinas Perdagangan Kulon Progo telah melakukan pemantauan distribusi beras premium bermerek di toko-toko modern. Termasuk juga di Tomira (Toko Milik Rakyat).

“Dari pantauan kami, banyak toko yang memilih menarik produk beras premium bermerek dari penjualan,” ujar Endang, di Kulon Progo, Rabu (16/7/2025).

Endang menjelaskan, ada sekitar 15 toko swalayan termasuk Tomira yang menarik beras premium bermerek, termasuk Tomira.

Hal ini dilakukan setelah merebaknya kasus beras premium oplosan yang melibatkan beberapa merek. Penarikan sudah dilakukan sejak sepekan lalu.

Monitoring distribusi beras premium bermerek di Kulon Progo saat ini masih dilakukan.

“Pemeriksaan pada kualitas beras premium bermerek, sania, sofia, sawah hijau, sawah panen dan ada berbagai macam lainnya, bukan wewenang kami,” ujar Endang.

Liputan : Hari Susanto

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Sri Sultan HB X: Spirit Gemi, Nastiti, Ngati-ati Jadi Fondasi Literasi Keuangan Generasi Jogja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *