Boyolali, Proliman News – Beredar sebuah video seorang nenek berlumuran darah berjalan tertatih menuruni tangga keluar dari sebuah ruang yang ditengarai berada di lingkungan pasar.
Dalam narasinnya, pengunggah video menyebutkan nenek-tersebut berlumuran darah akibat dipukuli petugas pasar karena ketahuan mencuri bawang di Pasar Mangu, Ngemplak, Boyolali.
Tak ayal video tersebut viral dan menuai banyak komentar netizen, antara pro dan kontra atas penganiayaan petugas pasat terhadap nenek renta itu.
Disebutkan dalam unggahan video, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu, 3 Mei 2025, atau seminggu lalu.
Kasus penganiayaan hingga berdarah-darah yang menimpa seorang nenek berinisial Sar (67) diduga gara-gara mencuri bawang akhirnya menarik simpati berbagai pihak.
Bantuan dan dukungan berdatangan kepada nenek yang tinggal di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tersebut.
Hari Mulyanto ( 36 ), mengungkapkan bantuan datang dari anggota DPR Adik Sasongko, Kapolres Boyolali, Wabup Klaten, warga Blitar hingga pengurus partai.
Selain itu ada nama pengusaha Jhon LBF hingga konten kreator Willie Salim. Bantuan itu berdatangan, Jumat (9/5/2025).
Dalam unggahan melalui akun Instagram (IG) @willie27_, Willie datang dan bertemu langsung dengan nenek S serta menyerahkan sejumlah bantuan.
Selain uang, bantuan yang diberikan berupa warung beserta isi dan modal usaha.
“Tidak menyangka saja. Soalnya dengan kejadian itu, ibu dari awal sebenarnya enggak benar, tetapi tiba-tiba seperti ini [datang simpati dari berbagai pihak]. Saya sebagai anak mengucapkan banyak terima kasih yang sudah membantu ibu dan memberi donasi. Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” jelas Hari Mulyanto saat ditemui di rumah orang tuanya, Sabtu (10/5/2025).
Hari mengungkapkan ibunya tinggal seorang diri setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Sementara, tiga anaknya sudah tinggal sendiri-sendiri termasuk Hari Mulyanto yang tinggal berdekatan dengan rumah ibunya.
Hari Mulyanto mengungkapkan ibunya aktif berjualan sayuran dan bumbon atau bumbu dapur. Biasanya, ia jualan keliling kampung dan kulakan ke pasar.
“Sebenarnya tidak ada tanggungan untuk membiayai anak-anaknya, namun beliau berpikir ke cucu,” kata Hari.
Setelah kejadian itu, Hari Mulyanto mengungkapkan jika ibunya masih tetap berjualan, anak-anaknya yang bakal kulakan ke pasar.
“Yang keluar untuk beli bahan-bahan nanti saya yang keluar,” katanya.
Liputan : Lek Sarmawi



