Demo 25 Agustus 2025 Kantor Bupati dan DPRD Pati Bisa Dikepung 500 Ribu Massa, Ahmad Husein: Jangan Anarkis !

“Saya mohon tidak ada anarkis, tidak merusak fasilitas umum, agar Brimob (Polisi) tidak menyerang. Saya sudah cari soulsinya,” uajrnya hari ini.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Ahmad Husein memastikan bahwa tanggal 25 Agustus 2025 akan kembali menggelar demo besar melengserkan Bupati Sudewo.

Ia bahkan meminta semua komponen masyarakat Pati kembali melakukan konsolidasi untuk agar pada demo tersebut lebih rapi dan tanpa anarkis.

“Saya mohon tidak ada anarkis, tidak merusak fasilitas umum, agar Brimob (Polisi) tidak menyerang. Saya sudah cari soulsinya,” uajrnya hari ini.

Pada demo tersebut, tujuan utamanya adalah meminta Bupati Sudewo mundur atau dimundurkan secara paksa oleh masyarakat.

Untuk itu maka seluruh masyarakat Pati diminta untuk turun ke jalan menyuarakan desakan yang sama sementara bagaimana pertempurannya nanti sudah dalam hitungan para aktivis.

Jika pada demo kemarin Bupati Sudewo masih menganggap remeh kedatangan 250 ribu orang maka mungkin butuh dua atau tiga kali lipat massa agar bisa meyakinkan semua pihak bahwa Bupati Sudewo harus lengser.

Atau dengan cara lain, yakni diberlakukannya tekanan politik di setiap desa atau setiap titik kumpul massa sehingga jumlah massa yang turun ke jalan bisa hampir semua rakyat Pati.

Sejumlah usulan di media sosial menyatakan, bisa jadi 500 ribu massa mengepung DPRD dan Kantor Bupati Pati, lalu setiap kecamatan di Pati dibuat titikkumpul massa untuk berorasi dan meminta Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.

BACA JUGA  Bupati Temanggung Agus Setyawan Ingin Genjot Diversifikasi Produksi Pertanian Melalui Tangan Petani Milenial

Maka untuk melakukan konsolidasi massa, dari sekarang setiap ruang di jalan-jalan di tempat umum masyarakat diminta memasang spanduk bersisi desakan agar Bupati Sudewo turun atau dilengserkan secara paksa oleh masayarakat.

Sejumlah warganet meyakini, bentrok dengan aparat tidak mungkin dihindari jika Bupati Sedewo tetap tidak mau mundur sementara aksi yang dilakukan jumlah massanya sangat besar.

“Pasti semua rencana sudah dihitung matang oleh banyak tokoh, bagaimana pergerakan massanya, bagaimana dip-lomasinya, dan resiko apa yang diambil tentu sudah dihitung. Semoga lancar,” ujar seorang warganet di media sosial.

Ia memilih cara kedua, yakni 500 ribu massa mengepung Kantor Bupati dan DPRD Pati, lalu ribuan orang lainnya gelar aksi di sentranya masing-masing dengan tidak meninggalkan himbauan Ahmad Husein, tidak merusak fasilitas umum.

Sehingga pada hari tersebut massa yang bergerak bisa mencapai lebih dari 700 ribu orang.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *