Yogyakarta,Prolimannews – Pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 lainnya menyajikan duel yang tak kalah sengit di bawah guyuran hujan Stadion Toronto, Kanada. Pertemuan bersejarah untuk pertama kalinya antara Ghana dan Panama ini harus ditentukan lewat sebuah gol dramatis di penghujung laga yang membawa The Black Stars menang tipis 1-0.
Gelandang muda berusia 20 tahun, Caleb Yirenkyi, menjadi pahlawan kemenangan Ghana setelah mencetak gol penentu pada masa injury time babak kedua. Hasil ini membuat Ghana menyamai perolehan poin Inggris di puncak klasemen sementara Grup L.
Sejak peluit pertama, Panama langsung menerapkan taktik high-pressing ketat yang sempat merepotkan barisan pertahanan Ghana. Los Canaleros mendapatkan peluang emas pertama pada menit kedua ketika umpan silang Amir Murillo disambar oleh Cecilio Waterman, namun kiper utama Ghana, Lawrence Ati-Zigi, secara heroik berhasil menepis bola.
Panama terus mendominasi paruh pertama dengan permainan agresif. Peluang demi peluang tercipta, termasuk tendangan Jiovany Ramos yang masih melambung di atas mistar gawang.
Sebaliknya, lini serang Ghana yang dipimpin Antoine Semenyo kesulitan menembus pertahanan Panama dan baru mencatatkan peluang pertama menjelang turun minum melalui Marvin Senaya.
Memasuki babak kedua, pelatih Ghana Carlos Queiroz terpaksa mengganti kiper Ati-Zigi yang mengalami cedera dengan Benjamin Asare. Panama kembali mengancam lewat pergerakan Cristian Martinez, namun sepakannya hanya menerpa sisi luar jaring gawang.
Melihat timnya buntu, Queiroz melakukan penyegaran taktis pada menit ke-57 dengan memasukkan Brandon Thomas-Asante dan Abdul Fatawu. Perubahan ini perlahan membalikkan arus permainan. Thomas-Asante langsung memberi dampak instan dengan mengirimkan umpan matang kepada Jordan Ayew, meski berhasil digagalkan secara krusial oleh bek Panama.
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir dengan skor kacamata, sebuah serangan balik cepat yang mematikan dilancarkan oleh Ghana pada menit ke-90+5.
Thomas-Asante melakukan aksi impresif menusuk dari sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan umpan silang mendatar. Caleb Yirenkyi yang berdiri bebas dengan tenang melakukan tap-in untuk menyarangkan bola ke pojok atas gawang Orlando Mosquera. Gol buzzer-beater tersebut sekaligus mengunci kemenangan 1-0 untuk Ghana.
Kemenangan ini terasa kian spesial bagi sang juru taktik Ghana, Carlos Queiroz. Pelatih asal Portugal tersebut resmi menjadi pelatih kedua dalam sejarah sepak bola yang mampu mengawal tim di lima edisi Piala Dunia secara berturut-turut (Portugal 2010, Iran 2014, 2018, 2022, dan Ghana 2026), menyamai rekor legendaris milik Bora Milutinovic.
Susunan Pemain
Ghana (4-2-3-1): Lawrence Ati-Zigi (Benjamin Asare 45′); Marvin Senaya, Jonas Adjetey, Jerome Opoku, Gideon Mensah; Elisha Owusu (Kwasi Sibo 77′), Caleb Yirenkyi; Ernest Nuamah (Abdul Fatawu 57′), Antoine Semenyo, Kamaldeen Sulemana (Brandon Thomas-Asante 57′); Jordan Ayew (Prince Kwabena Adu 86′).
Panama (3-4-3): Orlando Mosquera; Jiovany Ramos, Andrés Andrade, José Córdoba; César Blackman (Aníbal Godoy 89′), Cristian Martínez (Azarias Londoño 62′), Carlos Harvey, Michael Amir Murillo; José Luis Rodríguez (Ismael Díaz 73′), Cecilio Waterman (José Fajardo 62′), Yoel Bárcenas.
Liputan: Galang Andika Pratama



