Group FB Halo KP Mengunggah Sentilan Mendalam Soal Pro Kontra Penghapusan Geblek Renteng !

“Ayo viralkan, ini tempat wisata baru di Kulon Progo, Taman Seribu Jeglonga,” tulis seorang netizen di sebuah unggahan jalan amoh.(foto/Hall KP)

Kulon Progo, Proliman News – Mengamati pro kontra soal kritik kebijakan penggunaan motif batik Geblek Renteng pada properti sekolah luar biasa menarik.

Apalagi ada sebuah berita yang menarasikan Bupati Kulon Progo mengancam seorang Kepala Sekolah yang masih mempertahankan motif ini untuk gapura sekolah.

Waduh !!

Menarik unggahan Group Facebook Halo KP, yang memberi judul narasinya “Marang Geblek Renteng Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Dikritik Warganet: Mending Perbaiki Jalan Pak! “

Ini sepertinya hari-hari ini pas banget dengan kondisi di wilayah ini yang diterpa keluhan jalan-jalan hancur, rusak hingga kritik pedas terhadap situasi ini.

Di sebuah akun media sosial bahkan sempat ditemukan ide netizen membuat semua jalan berlubang menjadi kawasan wisata ektrim, seperti balapan motor, atau gastrek bahkan menjadi tempat pemancingan.

“Ayo viralkan, ini tempat wisata baru di Kulon Progo, Taman Seribu Jeglonga,” tulis seorang netizen di sebuah unggahan jalan amoh.

Maka Halo KP keren ketika mengangkat masalah Keputusan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melarang penggunaan Geblek Renteng sebagai ornamen di bangunan sekolah, pagar, gerbang, dan ruang pemerintahan menuai kritikan dari warganet.

Hingga saat ini banyak warganet mengatakan langkah yang dilakukan oleh Agung Setyawan tidak berimpact apa-apa terhadap masyarakat.

Tidak sedikit bahkan yang meminta Bupati Kulon Progo fokus memperbaiki infrastruktur seperti jalan rusak dan berlubang yang masih tersebar di berbagai wilayah di Kulon Progo.

BACA JUGA  Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK, Nama Nusron Wahid Disebut

“Ra setuju…daripada ribut masalah batik, urus aja jalan yang masih rusak dan berlubang, terus kesejahteraan guru diperhatikkan, sekolah-sekolah yang kurang bagus di upgrade, warga yg rumahnya masih tidak layak diperbaiki, masalah sampah, terus kantor-kantor pemerintah yang udah usang di upgrade, liat tuh Sleman …. Kantor-kantor pemerintahannya bagus-bagus dan kekinian,” kata warganet dengan nama akun Facebook Sha***.

“Rombak itu jalan-jalan yang rusak kae di dandani ben apik.. batik ws apik-apik di ruweti ..ra jeals,” timpal put***.

“Ah mboh aneh-aneh pemimpin saiki koyone le sekolah duwur-duwur neng corone ledo mikir kok koyo wong pekok.. Mbokyo ho mkike dalan. Bngunan sekolah kesejahteraan rakyat. Ra ming mikirke geblek wed gaji ne gede neng goblok,” ungkap pu***.

Halo KP menulis, sebagai informasi, Bupati Agung Setyawan melarang penggunaan motif Geblek Renteng yang sudah menjadi ikon Kulon Progo sejak bertahun-tahun dengan alasan menata kembali identitas visual pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, yang menurutnya perlu disesuaikan dengan pedoman baru.

Untuk mendukung langkah ini, Bupati bahkan menerbitkan SE Nomor 100.3.4/2/034/2026, isi dari SE ini di antaranya:

1. Arahan penghapusan simbol/motif Geblek Renteng yang selama ini terpampang di pagar, gerbang, dan bagian lain dari gedung sekolah.

2. Meminta sekolah mengecat ulang pagar dan gerbang dengan kombinasi warna yang baru yakni kuning dan hijau pare anom sesuai filosofi Binangun.

BACA JUGA  Nama Harda Kiswaya Raib dari Dakwaan Jaksa Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman JCW Geram !

Pripun komentarnya warga masyarakat Kulon Progo?

Demikian Halo KP menaikkan unggahannya hiungga saat ini masih bisa dibaca, disimak dan berharap banyak koentar yang masuk.

Liputan: Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *