Harlah ke-8 BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kulon Progo: Wisata di Sini Masih Gamang !

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus diiringi dengan penguatan atraksi dan agenda wisata yang terjadwal. (foto/nung)

Kulon Progo, Proliman News – Penguatan pariwisata daerah tidak cukup mengandalkan infrastruktur dan konektivitas udara.

Melainkan diperlukan ekosistem yang saling terhubung antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan pengelola transportasi udara agar manfaat ekonomi pariwisata dapat tumbuh berkelanjutan.

Demikian tema yang mengemuka dalam peringatan Hari Lahir ke-8 Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kulon Progo di Hotel Dewata Temon pada Kamis (8/1/2026).

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi peran PHRI dalam membina pelaku usaha hotel dan restoran agar memenuhi standar nasional hingga internasional.

Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus diiringi dengan penguatan atraksi dan agenda wisata yang terjadwal.

Menurutnya, event tahunan yang konsisten menjadi kunci agar wisatawan memiliki kepastian waktu berkunjung.

Event tersebut juga perlu dirancang merata di berbagai wilayah, mulai kawasan selatan sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Pantai Glagah, wilayah tengah seperti Nanggulan, hingga wilayah utara Kalibawang.

Ketua BPC PHRI Kulon Progo R. H. Sumantoyo menyatakan, arah pengembangan pariwisata ke depan perlu difokuskan pada konsep sport tourism.

Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar adalah Laguna Glagah, yang secara geografis dekat dengan bandara dan memiliki karakter alam yang mendukung kegiatan olahraga rekreasi dan event berskala nasional.

“Laguna Glagah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan sport tourism. Konsep ini pernah dijalankan dan perlu dilanjutkan secara konsisten agar tidak berhenti sebagai wacana,” kata Sumantoyo.

BACA JUGA  Waspadalah Gelombang Tinggi sampai 4 Meter Akan Berlangsung di Pantai Selatan DIY Hingga 11 November

Dari sisi konektivitas, General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Rully Artha mengatakan, pihaknya terus berupaya memperluas jaringan penerbangan internasional, termasuk mendorong penambahan rute penerbangan langsung dari dan menuju Thailand.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan arus wisatawan dari kawasan ASEAN ke Yogyakarta dan sekitarnya.

Menurut Rully, pembukaan rute direct flight akan membuka peluang bagi wisatawan regional yang sebelumnya hanya berkunjung ke Thailand untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, YIA diharapkan menjadi pintu masuk utama wisatawan ASEAN ke DIY,” ujarnya.

Namun, pelaku industri menilai konektivitas udara tidak akan optimal tanpa dukungan agenda pariwisata yang kuat.

Tanpa kalender event yang jelas dan promosi terintegrasi, penerbangan langsung berisiko tidak berdampak signifikan terhadap lama tinggal dan belanja wisatawan.

PHRI menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, pelaku usaha perhotelan, serta komunitas olahraga dan pariwisata.

Penyusunan kalender event tahunan yang terintegrasi dinilai menjadi kunci agar Kulon Progo tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi tumbuh sebagai destinasi tujuan.

Hadir dalam agenda tersebut Kadis Dinas Pariwisata Sutarnan, Kadis DPMPT Sarji, Kadis Koperasi dan UMKM Iffah Mufidati, stakeholders maskapai, Lurah Palihan Kalisa Praharyana.

Liputan: Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *