Kulon Progo, Proliman News – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus menjadi ajang evaluasi.
Demikian Ketua Umum KONI DIY, Sri Paduka Paku Alam X, dalam HUT KONI ke-59 di Kulon Progo Kemarin.
Ia mengatakan, momentum ini menjadi penegasan pentingnya evaluasi serius pembinaan atlet sekaligus konsolidasi kekuatan olahraga menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027.
Sri Paduka Paku Alam X, secara tegas mengingatkan seluruh jajaran KONI agar tidak terjebak pada rutinitas tanpa capaian.
“Kalau hanya seremoni, kita tidak akan ke mana-mana. Harus ada evaluasi nyata, apa yang sudah dicapai dan apa yang masih kurang,” tegasnya.
Ia menekankan, soliditas antar-KONI kabupaten/kota menjadi kunci utama jika DIY ingin tetap kompetitif di level nasional.
Tanpa koordinasi yang kuat, menurutnya, pembinaan atlet hanya akan berjalan parsial dan tidak efektif.
Peringatan HUT tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Paku Alam X yang kemudian diserahkan kepada Ketua Umum KONI Kulon Progo, Hamam Mutaqim.
Penyerahan tumpeng ini juga menjadi simbol kesiapan Kulon Progo sebagai tuan rumah Porda DIY 2027.
Isyaratnya jelas, Kulon Progo tidak hanya dituntut siap sebagai penyelenggara, tetapi juga harus mampu mendorong peningkatan prestasi daerah.
Suasana peringatan semakin hidup dengan pertandingan sepak bola antar gabungan pengurus KONI kabupaten/kota.
Tim gabungan KONI DIY dan Gunungkidul tampil sebagai juara setelah bermain imbang melawan tim Kulon Progo-Sleman dan menaklukkan tim Bantul-Kota Yogyakarta.
Di balik kemeriahan itu, pesan yang dibawa justru serius: tanpa pembenahan sistematis dan evaluasi berkelanjutan, ambisi prestasi hanya akan menjadi slogan tahunan.
Seremoni ini sekaligus menjadi pengingat bahwa waktu menuju Porda 2027 terus berjalan dan yang lambat berbenah akan tertinggal.
Liputan : Anung Marganto



